Ayat bacaan : Ibrani 11:4; Kejadian 4:1-5 “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati” (Ibrani 11:4).
Menurut Adam Clarke’s Commentary, kata “korban yang lebih baik” (Inggris: excellent sacrifice; Yunani: pleiona thusian) dapat diartikan dengan “persembahan yang lebih banyak”. Berarti Habel, dengan iman, mempersembahkan lebih dari satu persembahan. Sebab kata “persembahan” dalam frasa “Allah berkenan akan persembahannya” berasal dari kata Yunani: doorois (gifts – jamak). Kisahnya dapat dikronologiskan seperti ini: Kain dan Habel sama-sama mempersembahkan korban di atas mezbah. Sebagai petani Kain memberikan persembahan hasil dari sebagian panen di ladangnya sebagai pengakuan bahwa Allah yang mencukupi kebutuhannya.
Tetapi Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya sebagai pengakuan bahwa dia adalah orang berdosa yang membutuhkan belas kasihan Allah. Anda lihat bahwa Allah berkenan akan persembahan dari Habel, sebab Habel “peka” akan isi hati Allah. Saudara, saya yakin bahwa Habel mampu melihat masa depan di mana Yesus sebagai Anak Domba Allah akan mempersembahkan diri-Nya sebagai korban tebusan bagi seluruh umat manusia. Korban Yesus adalah korban yang paling sempurna. Tidak ada lagi korban yang lebih baik daripada yang dilakukan oleh Anak Domba Allah.
Sekarang kita punya iman bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus akan beroleh pengampunan dosa. Darah Yesus mampu untuk menyucikan manusia dari segala dosa. Tidak ada dosa yang terlalu pekat untuk tidak dapat dikuduskan oleh darah Anak Domba Allah. Yang terpenting adalah pengakuan jujur dari Anda. Kalau Anda mau membuka hati terhadap Roh Kudus, maka Allah akan menyucikan Anda lagi dengan darah Anak-Nya itu.
Renungan: Habel telah menyatakan bahwa korban yang berkenan kepada Allah adalah persembahan dari anak domba sulung. Tetapi kini Yesus sudah menggenapi dan menyempurnakan persembahan itu dengan diri-Nya sendiri. Haleluya, segala kemuliaan hanya bagi Dia! Yesus datang sebagai korban persembahan supaya di antara umat manusia tidak ada yang jatuh korban.
No comments:
Post a Comment