Ibrani 6:19, 20; Yeremia 29:11 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir” (Ibrani 6:19).
Selama perang 30 tahun pada abad 17, seorang pendeta Jerman, Paul Gerhardt dan keluarganya terpaksa lari dari rumahnya. Suatu malam selagi mereka bermalam di sebuah penginapan kecil, tanpa rumah dan dicekam ketakutan, tangisan istrinya meledak, dan semuanya menangis dalam keputusasaan. Gerhardt menghibur dengan mengingatkannya akan ayat-ayat Kitab Suci mengenai pemeliharaan dan perlindungan Allah. Lalu, ia sendiri keluar dan pergi ke sebuah taman dan menangis di sana. Ia merasa inilah masa tergelap dalam hidupnya.
Tak lama kemudian, Gergardt merasakan bebannya terangkat dan hadirat Allah memenuhinya. Ia mengambil penanya dan menulis sebuah lagu yang akhirnya lagu akan menjadi berkat bagi banyak orang:
Berikan kepada angin segala ketakutanmu; berharaplah, dan janganlah cemas; Allah mendengar keluhanmu dan menghitung air matamu; Allah akan mengangkat kepalamu. Melalui gelombang dan awan dan badai Dengan lembut Ia membersihkan jalan Nantikanlah waktu-Nya, Dan malam akan segera berakhir dengan hari sukacita.
Seperti Gerhardt kadang kita mengalami masa-masa gelap dalam hidup ini. Kita merasa terjepit dari berbagai arah, sehingga kita tidak tahu ke mana kita akan melangkah. Awan gelap dan badai menambah keputusasaan kita. Pada saat itulah Tuhan mau menunjukkan kasih setia-Nya. Tuhan mau meyakinkan kita bahwa di dalam Dia pengharapan itu tidak pernah hilang. Sesungguhnya, Tuhan adalah pengharapan kita yang teguh. Janji-Nya patut kita percayai. Apakah Anda sedang berada di lembah keputusasaan. Janganlah mencari solusi lain kecuali datang kepada Allah. Bukalah Alkitab Anda dan temukanlah janji-janji Allah, sebab seluruh pengharapan Anda ada di sana.
Renungan: Hidup kadang kejam dan terlalu kejam. Banyak orang yang putus asa dan tekanan hidup serta kompetisi yang semakin ketat menambah daftar korban orang-orang yang mengalami tekanan jiwa. Tidaklah demikian dengan orang percaya, sebab pengharapan mereka ada di dalam Allah. Pengharapan adalah generator yang membangkitkan listrik semangat hidup kita.
No comments:
Post a Comment