Tuesday, November 10, 2015

Iman Yang Diuji

Ayat bacaan : Ibrani 11:23-26; Kejadian 3:1-6 “karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa” (Ibrani 11:25).

Suatu ketika seorang pria di Singapura bertobat dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Dan ia sedang menunggu hari di mana ia akan dibaptiskan. Tetapi tidak lama kemudian ia menerima beasiswa senilai $500 setiap tahun selama 4 tahun di Universitas Hong Kong. Tetapi syaratnya orang tersebut harus beragama tertentu yang sesuai dengan mayoritas orang Hong Kong. Calon mahasiswa yang malang ini bergumul dalam perjuangan yang berat, antara menjadi orang Kristen ataukah menerima tawaran universitas tersebut dan melepaskan imannya. Akhirnya ia mengambil keputusan, apapun yang terjadi ia akan tetap mengasihi Tuhan dan mengiring Kristus selama-lamanya.

Seorang kawannya melihat keputusan itu dan ia merasa heran sekali. “Bila kekristenan begitu berharga baginya, pasti juga berharga bagiku. Aku mau juga menjadi pengikut Kristus.” Akhirnya ia juga turut dibaptiskan. Saudara, dunia menawarkan kenikmatan kepada manusia. Dan sejak dari dahulu sudah terkenal kalau dunia itu penuh dengan kemaksiatan yang menyenangkan daging kita. Kita yang tidak berhati-hati akan mudah jatuh ke dalam pelukannya. Bukan hal yang aneh bila terdengar di sana – sini orang Kristen melepaskan imannya lalu mengikuti dunia ini. Karena kedudukan? Karena kekayaan? Karena wanita? Bisa karena semuanya! Ingat saja bagaimana tawaran ular kepada Hawa. Ia berkata seperti ini kepada Hawa, “…… pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (Kejadian 3:5). Apa yang ditawarkan ular kepada nenek moyang kita itu adalah kuasa.

Tentunya suatu hal yang menarik kalau ia bisa menjadi seperti Allah. Tentunya amat menggairahkan bila ia mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari apa yang ditawarkan Allah sendiri kepadanya. Tanpa sadar manusia dibius dan dituntun pada kebinasaan. Apakah tawaran itu ditolak? Oh, jelas tidak! Yang pasti setelah itu Hawa dan suaminya jatuh ke dalam penyesalan yang dalam, tetapi sudah terlanjur. Dosa sudah menyebar dan setan mengambil takhta dalam kehidupan manusia, sebelum Yesus datang ke dunia dan merebutnya dari tangan iblis.

Renungan: Yesus mati di kayu salib supaya Anda dan saya diselamatkan dan dipulihkan lagi hubungan yang pernah terjalin dengan akrab. Jangan mengikuti jejak rekan-rekan Anda yang rela menanggalkan imannya lalu pergi mengikuti jalan dunia ini. Kiranya Allah menguatkan kita semua dan menyempurnakan semua pekerjaan sampai pada akhirnya. Ada banyak orang yang mengaku beriman, tetapi hanya yang tahan uji yang memiliki iman sejati.

No comments:

Post a Comment