Ayat Bacaan : Yakobus 1:19-21; Pengkhotbah 7:9 “Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” (Yakobus 1:20).
Apabila Allah marah, pastilah itu baik. Tetapi amarah manusia tidak selalu benar. Bahkan amarah manusia dapat menimbulkan penyesalan seumur hidup. Tidak percaya? Ikutilah laporan Eric Zorn di Chicago Tribune.
Menurut saksi mata, sepasang pria dan wanita mengendarai mobil van di jalan tol baratlaut Chicago. Di kursi belakang duduk dua anaknya. Lalu ada mobil Cadillac putih yang dikendarai oleh mantan narapidana mengikuti dari belakang mobil van tersebut hanya dalam jarak beberapa inci saja. Pengemudi van tersebut melambatkan mobilnya. Tiba-tiba Cadillac itu menyalip dari bahu jalan dan kedua mobil tersebut hampir bersenggolan. Mobil Cadillac berlari dengan cepat!
Merasa tidak terima dengan perlakuan itu, pengemudi van menginjak gas dan mengejar mobil Cadillac. Setelah berhasil disusul mereka terlibat perang mulut. Tanpa disangka pria pengemudi Cadillac tersebut mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah mobil van. Peluru itu menembus sisi mobil lalu mengenai telinga kiri menembus telinga kanan bayi yang duduk di belakang. Bayi itu hidup, tetapi salah satu matanya buta, mata lainnya setengah buta, telinganya tuli, dan ia mengalami gangguan mental dan cacat seumur hidup!
Pengemudi Cadillac masuk penjara. Dan orang tua bayi itu hanya bisa menyesali kejadian tersebut. Amarah dan emosi yang harus dibayar teramat mahal!
Banyak orang Kristen juga yang masih sulit mengendalikan emosinya. Mereka dibelenggu oleh tabiat yang buruk, bahkan kerugian yang dideritanya sudah amat besar. Tetapi masih saja amarah dan emosi sering terjadi. Rumah tangga yang dulunya harmonis tiba-tiba digoncang prahara setelah suami mudah marah dan melampiaskan amarahnya tanpa terkendali!
Mari kita belajar untuk menahan diri. Roh Kudus sanggup untuk membentuk dan mengubah Anda menjadi manusia yang sabar dan tidak mudah tersulut api emosi.
Renungan: Roh Kudus adalah Penolong kita. Kalau Anda berada di lingkungan orang-orang yang mudah marah, doakanlah mereka. Bagaimanapun juga amarah manusia lebih banyak menghasilkan hal yang negatif daripada positifnya. Orang yang bisa mengendalikan emosi adalah orang yang menang.
No comments:
Post a Comment