Sunday, December 13, 2015

Kemunafikan

Ayat Bacaan : Yakobus 2:18-21; Mazmur 26:4 “Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa  iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?“ (Yakobus 2:20).

Allah menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Tatkala kita bertobat dan percaya  kepada Tuhan Yesus, hidup lama kita dimatikan dan kita menjadi manusia baru yang harus dibaharui terus menerus setiap hari. Sebab Allah  menghendaki supaya  kita menjadi sempurna. Kesempurnaan itu merupakan suatu proses yang tidak bisa diubah hanya dalam satu malam. Karakter kita perlu dibentuk dan iman kita perlu bertumbuh. Allah tidak mau iman kita menjadi mandeg dan karakter kita tidak mencerminkan kemulian-Nya. Jangan lagi kita menjadi bebal, sebab kebebalan akan mencelakakan hidup kita, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Teguran yang disampaikan Rasul Yakobus jelas-jelas teguran yang keras, supaya orang percaya jangan menjadi orang yang bebal. Teguran itu mengingatkan kepada kita, supaya kita menunjukkan iman kita di dalam hidup dan tindakan kita sehari-hari. Ada orang yang mengaku lama menjadi orang percaya, nampak tekun beribadah, tidak lupa memberikan korban ucapan syukur, dan mengembalikan persepuluhan. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidak satu pun perbuatan dan tindakannya yang mencerminkan kemuliaan Tuhan. Kemudian mengaku sudah dipenuhi Roh Kudus, tetapi yang keluar dari dalam dirinya tidak ada satu pun buah Roh yang nampak. Yang kelihatan hanyalah amarah, gosip, fitnah, berbicara cabul, tidak menghormati orang lain, memandang rendah orang  yang miskin, tidak tahu berterima kasih, suka menang sendiri, dan tidak dapat menahan diri.

Allah sangat jijik dengan kemunafikan. Ia hanya mengaku dengan mulut, ia hanya pandai berbicara firman, tetapi tidak satu pun yang dikerjakannya. Ia hafal hukum kasih, tetapi tidak pernah mengasihi sesama-Nya. Ia mengaku sudah mengasihi Tuhan, tetapi tuhannya adalah diri sendiri. Begitu banyak orang yang mulai menuhankan dirinya sendiri. Ibadah hanya dijadikan sebagai alat untuk memuaskan diri sendiri. Di dalam gereja sepertinya ramah, tetapi begitu keluar gereja sikapnya sudah berubah. Jika ini terjadi pada diri kita, berarti iman kita masih kosong, belum ada apa-apanya. Karenanya berubahlah oleh pembaharuan budimu (Roma 12:2), sebab Allah akan memakai kita lebih dari sebelumnya.

Renungan: Pernahkah kita berpikir sampai di mana pertumbuhan iman kita sekarang ini? Sudahkah iman kita diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari? Jadilah pelaku iman, jauhkan dirmu dari kemunafikan

No comments:

Post a Comment