Monday, June 5, 2017

Anda Seperti Musa?

Ayat Bacaan : Ulangan 34:1-12; Filipi 3:13
“Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan” 
(Ulangan 34:1).

Perjalanan Musa ibarat perjalanan orang Kristen. Dia mengalami 3 pergumulan besar dalam hidupnya:

Pertama, Musa harus bergumul dengan masa lalunya yang kelam. Dari masa bayinya saja, dia harus dihanyutkan di sungai, untuk menghindari pembantaian bayi-bayi orang Ibrani di Mesir. Lalu ketika pemuda dia melakukan pembunuhan, dan dia dikejar-kejar. Tetapi Musa tetap beranjak menuju rencana Allah yang sempurna. Dia tidak mau hidup pada masa lalu. Dan kalau masih saja ada orang Kristen yang hidup pada masa lalu, itu berarti dia hidup dalam kekalahan. Yang penting adalah sekarang. Masa lalu Anda biarlah terkubur bersama dengan waktu. 

Kedua, Musa harus keluar dari tempat yang nyaman dan menuju panggilan Allah. Di padang belantara dalam masa pelariannya itu dia tinggal di rumah yang menyenangkan. Dia memiliki hubungan yang baik dengan istri dan mertuanya. Hidupnya tenang dan nyaman. Tetapi Allah memanggil dia untuk masuk ke dalam pekerjaan yang membutuhkan tantangan, bahkan bahaya. Di semak belukar Allah menyapanya dan memanggilnya. Bukan hal yang mudah bagi Musa untuk meninggalkan tempat nyamannya di padang gurun, namun ia mau melakukannya demi pekerjaan mulia. Apakah Anda juga merasa enggan menjawab panggilan Allah? Apa masalahnya karena Anda terlalu nyaman di tempat Anda dan Anda enggan untuk beranjak? Bukalah telinga Anda lebar-lebar saat Allah membisiki kepada Anda mengenai rencana yang lebih besar.

Ketiga, Musa harus mengatasi kecemasannya akan dirinya dan masa depannya. Saat panggilan Allah datang kepadanya, Musa tidak serta merta berkata “ya”. Bahkan dia menolaknya, “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus” (Keluaran 4:13). Nalarnya berbicara bahwa tugas itu berat, tetapi dia lupa bahwa bila Allah memberikan tugas, berarti Dia pula yang akan memberikan kekuatan dan kemampuan kepadanya untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Inilah yang menjadi masalah banyak orang Kristen. Mereka merasa tidak mempunyai kemampuan dalam melakukan pekerjaan Allah. Namun ingatlah lagi bahwa Allah sanggup memberikan kekuatan kepada Anda supaya Anda bisa menyelesaikan segala pekerjaan yang Dia berikan.

Renungan:
Kita semua seperti Musa. Tetapi Musa dengan tegar mampu mengakhiri semua pekerjaan Allah itu, meskipun ada insiden yang menyebabkan dia tidak diizinkan masuk ke Kanaan.

Allah mempunyai kepastian dalam hidup Anda yang belum pasti.

No comments:

Post a Comment