Wednesday, October 29, 2014

Arena Pertempuran

Ayat bacaan : Roma 7:13-26; Amsal 4:23

“Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku” (Roma 7:21).

Ada pendapat mengatakan demikian, “Di dalam diri manusia ada yang baik dan ada yang buruk sehingga wajar sekali kalau seseorang melakukan hal yang buruk. Dan persentase yang baik dan yang buruk adalah fifty-fifty.” Tetapi dalam kenyataannya, manusia lebih banyak berbuat jahat daripada berbuat baik. Orang lebih gampang menangkap dan meniru perbuatan yang jahat daripada perbuatan baik. Kalau bisa dibandingkan, lebih mudah orang meniru satu kali perbuatan buruk daripada lima kali perbuatan baik. Ini menunjukkan sebenarnya persentasi kebaikan dan keburukan dalam diri manusia bukan fifty-fifty, melainkan persentasi keburukan lebih banyak daripada persentasi kebaikan.


Paulus mengatakan, “Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.” Alkitab menjelaskan bahwa dalam diri manusia lebih besar persentasi keburukan daripada kebaikan. Orang yang ingin berbuat baik saja malahan yang buruk yang dilakukan, apalagi orang yang tidak berkeinginan melakukan yang baik, sudah pasti lebih banyak melakukan kejahatan. Hal ini terjadi karena sifat dosa yang diwariskan manusia pertama yang bernama Adam. Dan Paulus menjelaskan kepada jemaat di Roma, ”Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu  didalam aku sebagai manusia , tidak ada sesuatu yang baik.”


Bagaimana caranya agar kita bisa tidak terjebak dan berlarut-larut dengan pergulatan antara  keinginan berbuat baik dan berbuat jahat? Caranya sangat sederhana sekali. Kita harus mengerti bahwa hati manusia adalah arena pertempuran antara keinginan berbuat baik dan berbuat jahat. Setelah kita mengerti akan hal ini, kita akan dapat melakukan seperti yang difirmankan Tuhan dalam kitab Amsal, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). Dan di dalam pertempuran itu tergantung kita, mana yang ingin kita kalahkan. Apabila kita memberi makan roh lebih banyak maka daging kita yang kalah, tetapi apabila kita memberi makan daging lebih banyak, maka roh kita yang kalah.  Bagaimana kita akan memberi makan pada roh kita? Dengan firman Tuhan! Dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, berarti Anda memberi makan pada roh Anda. Tetapi kalau Anda sering nongkrong di depan televisi dan membaca majalah-majalah yang membangkitkan nafsu berahi berarti Anda memberi makan pada daging Anda.


Renungan:
    Musuh terbesar orang Kristen bukanlah iblis, sebab ia telah dikalahkan oleh Yesus, Tuhan kita. Musuh terbesar kita adalah daging. Roh Anda harus menjadi kuat supaya Anda dapat mengalahkannya.

Daging adalah satu-satunya musuh yang tinggal bersama kita.

No comments:

Post a Comment