Ayat bacaan : Kisah 28:1-16; Mazmur 4:9
Hampir semua manusia ngeri bila bertemu dengan ular. Bisanya cukup untuk merenggut nyawa manusia. Meskipun tidak semua ular berbisa, tetapi dalam peristiwa ini disebutkan bahwa Paulus digigit “ular beludak”. Alkitab tidak menyebutkan secara detail mengenai ular ini, tetapi penduduk setempat yang jelas lebih tahu mengenai jenis-jenis ular di pulau Malta mengatakan bahwa sebentar lagi Paulus akan mati.
Kalau Anda yang dipagut ular, bagaimana reaksi Anda? Saya jamin Anda menjadi panik dan segera mencari dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Ini memang tindakan bijaksana. Tetapi Paulus tidak melakukan hal demikian. Ia malahan merasa seperti tidak terjadi apa-apa. Atau Paulus salah mengira bahwa yang memagutnya itu hanya “cacing raksasa” yang tidak berbahaya? Tidak! Paulus tahu bahwa dia dipagut oleh ular berbisa. Tetapi dia mempunyai dasar atas ketenangannya itu:
Pertama, Paulus percaya bahwa Allah sanggup menjaganya. Beberapa kali Paulus menikmati perlindungan Tuhan. Dia mempunyai iman yang kuat. Dengan kata lain, Paulus mengerti dan mengenal benar siapa Allahnya itu. Bila Allah sudah melakukannya selama ini (melindungi dia), bukankah ia juga akan melakukannya saat ular memagutnya? Dan fakta membuktikan bahwa racun yang menjalar di darah Paulus tidak berhasil membunuhnya. Pingsan saja tidak!
Kedua, Paulus tahu dengan pasti bahwa tugasnya belum selesai. Paulus adalah manusia roh yang mempunyai kepekaan yang luar biasa. Telinga Paulus sudah terlatih untuk membedakan antara suara Allah, iblis, dan suaranya sendiri. Dan ketika ia dipagut ular, ia tahu bahwa Tuhan masih menyuruhnya melakukan tugas penginjilan. Tuhan tidak akan memanggilnya sebelum tugasnya selesai. Tetapi, dalam hal-hal tertentu, banyak anak Tuhan yang dipanggil Tuhan dalam usia muda, padahal pelayanannya sedang berada dalam puncak. Ada apa? Saya tidak menghakimi mereka, tetapi kebanyakan karena mereka berada di luar jalur panggilan Tuhan. Atau mereka jatuh di dalam dosa, dan Tuhan sudah memperingatkan berkali-kali tetapi tidak digubris.
Renungan:
Kalau Anda yakin bahwa tugas Anda belum selesai - saya tidak berkata bahwa tugas ini hanya berlaku bagi para pelayan Tuhan atau full-timer saja, tetapi juga Anda yang mempunyai tanggung jawab di keluarga Anda tidak akan ada bahaya yang dapat membunuh Anda. Selama Anda berjalan dalam kehendak dan rencana Allah, perlindungan Allah menjadi milik Anda.
Orang yang berjalan dalam kehendak Allah adalah orang yang paling berbahagia.
No comments:
Post a Comment