Ayat Bacaan : I SAMUEL 1: 5-12 "..dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu" (I Samuel 1:10)
Masalah keluarga budaya masa itu jika istri tidak kunjung memiliki anak, maka istri mengijinkan suami menikah lagi dengan perempuan lain. Hana dinyatakan mandul, sebab TUHAN telah menutup kandungannya (I sam.1: 5). Ketika suaminya menikah lagi dengan perempuan lain (PENINA), maka Elkana memiliki anak dari Penina.
Namun hal inilah yang kemudian menimbulkan problem Rumah tangga Elkana dengan Dua istri. Kehadiran istri kedua (Penina) menimbulakan problematika Rumah Tangga mereka. Masalah pelik, dan rumit ini barangkali sudah dicoba untuk mengatasinya namun alhasil ZERO. Inilah yang kemudian mendorong Hana untuk mencari solusi.
Apakah yang dilakukan Hana sehingga dapat terlepas dari problema ini ? Rupanya Hana mengatasinya dengan BERDOA. Bagaimanakah Hana BERDOA ? Sehingga doanya mujarab. Kita dapat belajar dari apa yang telah dilakukan oleh Hana yang dicatat dalam I Samuel 1: 10-12 Hana berdoa secara secara SERIUS tidak main-main.
Ada orang berdoa tapi tidak serius. Matanya melek celangak-celinguk. Doa yang model begini bagaimana bisa konsentrasi/focus sama Tuhan. Berdoa adalah komunikasi antara manusia dengan Allah. Manusia yang berdoa berarti dia sedang berbicara dengan Allah (Sang Khalik/Penguasa Jagat Raya). Seorang yang sedang menghadap dan berbicara dengan Penguasa/Pemimpin pasti menjaga sikapnya yakni serius dengan perhatian penuh.
Bebnan yang sangat menekan Hana mebuat pedih hati. Kepedihannya mendorong untuk hanya berharap kepada Tuhan. Sambil sesenggukan, menangis dihadapan Tuhan menggocangkan belaskasihan Tuhan dicurahkan kepada Hana. Berapa banyak air mata yang tertumpah terkuras untuk menjadi pelumas bagi doa saudara ?
Hana berdoa dengan bernazar (ayat 11). Dalam keadaan terjepit, sedih, pedih Hana Berdoa sembari BERNAZAR kepada Tuhan. Doa yang disertai dengan Nazar ternyata direspon Tuhan luar biasa. Serta merta Hana menepati apa yang telah dia nazarkan, karena Nazar Hana bukan penganut MUCLE (Mulutnya Mencla Mencle). Pengkhotbah 5: 3-4 katakan: Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
Hana berdoa dengan tidak jemu-jemu (ayat 12).Manusia pada umumnya mudah terjangkit penyakit yang namanya BOSAN. Makan itu-itu saja BOSAN. Mengerjakan itu-itu saja BOSAN. Pasangannya itu-itu saja BOSAN…(Wah gawat yang satu ini)Hana berhasil melawan kebosanannya dalam BERDOA. Saya percaya Hana bukan hanya satu dua kali berdoa. Alkitab mencatat bahwa Hana Berdoa secara Terus-Menerus (I Sam.1: 12). Artinya dia berdoa, berdoa dan berdoa meskipun belum dijawab oleh Tuhan. Ketekunannya dalam berdoa tidak sia-sia, akhirnya Tuhan MENGINGAT Hana. Haleluya !
Pujian: Tuhan pasti sanggup tangannya tak kan terlambat tuk mengangkatmu, Tuhan masih sanggup percalah Dia tak tinggalkanmu. Percayalah yang saat ini jatuh Tuhan pasti dan masih sanggup untuk mengangkatmu kembali. Tuhan mengingatkan kita saat ini agar jangan jemu-jemu berdoa (Luk. 18: 1)
No comments:
Post a Comment