Ibrani 13:5, 6; Amsal 19:23 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5).
Kata “cukup” berarti “keinginan yang tidak melebihi dari apa yang sudah ada”. Dan bahasa aslinya (arkeo) berarti “cukup”. Apa arti suatu kecukupan? Dari para pujangga tertulis demikian:
Belajar untuk puas dengan diri sendiri bukan hal yang gampang. Coba saja Anda bercermin (terutama kaum Hawa), selalu saja ada yang tidak beres dengan anggota tubuh Anda. Dari bibir yang ketebalan, hidung yang melesek ke dalam, sampai mata yang kesipitan, semuanya sebenarnya masuk dalam daftar anggota badan yang harus “direnovasi”. Karena biaya ke dokter bedah plastik terlalu mahal, akhirnya cuma bisa memandangi diri sendiri dengan penuh kebencian.
Dalam berbagai segi kehidupan manusia, ternyata jarang ditemukan manusia yang bisa puas dengan apa yang ada. Satu hal yang patut dicamkan adalah uang dapat membuat Anda bertingkah lebih liar. Manusia yang biasanya “jinak” tiba-tiba saja dapat berubah menjadi “buas” saat ia berhadapan dengan uang. Tidak heran bila demi beberapa ribu rupiah saja manusia rela membunuh sesamanya.
Renungan: Bila Anda belajar puas dengan apa yang ada Anda akan merasakan bahwa diri Anda menjadi kaya. Bukankah orang kaya adalah orang yang merasa bahwa seluruh kebutuhannya sudah tercukupi? Kalau ada konglomerat yang masih mempunyai banyak berbagai keinginan sampai ia menyiksa diri dengan berbagai-berbagai duka, sebenarnya dia masih miskin. Konglomerat sejati adalah mereka yang puas dengan kasih karunia yang Allah limpahkan.
Kata “cukup” berarti “keinginan yang tidak melebihi dari apa yang sudah ada”. Dan bahasa aslinya (arkeo) berarti “cukup”. Apa arti suatu kecukupan? Dari para pujangga tertulis demikian:
- Adalah orang yang paling kaya bila dia cukup dengan yang paling sedikit (Socrates).
- Orang yang digaji cukup adalah dia yang puas (William Shakespeare).
- Dia yang sudah cukup tidak akan pernah jatuh (Kata Bijak Orang Cina).
- Dia yang keinginan kecil selalu merasa tercukupi (Johnn Georg Zimmerman).
- Jika engkau tidak puas dengan yang sedikit, engkau juga tidak akan puas dengan yang banyak (tak diketahui sumbernya).
- Orang yang puas tidak akan pernah menjadi miskin, tetapi orang yang tidak pernah puas tidak pernah menjadi kaya” (George Eliot).
Belajar untuk puas dengan diri sendiri bukan hal yang gampang. Coba saja Anda bercermin (terutama kaum Hawa), selalu saja ada yang tidak beres dengan anggota tubuh Anda. Dari bibir yang ketebalan, hidung yang melesek ke dalam, sampai mata yang kesipitan, semuanya sebenarnya masuk dalam daftar anggota badan yang harus “direnovasi”. Karena biaya ke dokter bedah plastik terlalu mahal, akhirnya cuma bisa memandangi diri sendiri dengan penuh kebencian.
Dalam berbagai segi kehidupan manusia, ternyata jarang ditemukan manusia yang bisa puas dengan apa yang ada. Satu hal yang patut dicamkan adalah uang dapat membuat Anda bertingkah lebih liar. Manusia yang biasanya “jinak” tiba-tiba saja dapat berubah menjadi “buas” saat ia berhadapan dengan uang. Tidak heran bila demi beberapa ribu rupiah saja manusia rela membunuh sesamanya.
Renungan: Bila Anda belajar puas dengan apa yang ada Anda akan merasakan bahwa diri Anda menjadi kaya. Bukankah orang kaya adalah orang yang merasa bahwa seluruh kebutuhannya sudah tercukupi? Kalau ada konglomerat yang masih mempunyai banyak berbagai keinginan sampai ia menyiksa diri dengan berbagai-berbagai duka, sebenarnya dia masih miskin. Konglomerat sejati adalah mereka yang puas dengan kasih karunia yang Allah limpahkan.
No comments:
Post a Comment