Ibrani 12:25-29; Yeremia 17:7, 8 “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepadaNya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan” (Ibrani 12:28, 29).
Beberapa tahun yang lalu kerajaan Inggris sedang diguncang dengan tragedi yang cukup menyedihkan. Lady Diana yang dikenal sebagai ratu sejagad meninggal dengan cara yang cukup mengenaskan. Berita itu bukan sekedar berita biasa tetapi cukup menggoncang dunia dan mencoreng nama reputasi kerajaan, sebab hal ini terjadi disela-sela santernya berita tentang kerenggangan hubungan antara Pangeran Charles dan Lady Diana. Kemudian beberapa tahun kemudian mata dunia tertuju ke benua Amerika karena WTC, Pentagon, dan gedung putih sedang digoncang dengan aksi terorisme. Amerika serikat dikenal sebagai negara adidaya, sepertinya mustahil pusat pertahanan seperti pentagon dapat di goncang, tetapi itulah yang terjadi. WTC sebagai pusat perputaran bisnis dunia menjadi hancur, dan semua orang yang mengandalkannya menjadi frustrasi.
Bukan waktunya lagi bagi kita mengandalkan kekayaan yang kita miliki dan jabatan yang kita duduki. Kita jangan lagi mengandalkan orang tua kita yang kaya, pekerjaan dan perusahaan yang menjanjikan sebab semuanya itu dapat digoncangkan. Terbukti beberapa waktu yang lalu ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, banyak karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja, banyak perusahaan yang bangkrut, dan banyak orang yang frustrasi bahkan sampai bunuh diri. Tetapi tiba saatnya bagi kita untuk sepenuhnya mengandalkan Tuhan, sebab di dalam Dialah kita menjadi kuat dan tidak tergoncangkan walaupun dunia sekitar kita tergoncang.
Firman Tuhan sedang berbicara dan meneguhkan bahwa kita adalah orang-orang yang menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan. Hal ini diingatkan oleh Rasul Paulus karena menjelang akhir zaman akan banyak terjadi goncangan-goncangan, dan saat ini goncangan itu sedang terjadi. Bukan hanya ekonomi keluarga yang sedang digoncang tetapi hubungan kasih dalam keluarga pun juga digoncangkan. Keluarga-keluarga mulai goncang dengan perceraian akibat penyelewengan; pembunuhan karena kebencian dan dendam; serta percideraan karena saling iri hati dan dengki. Suami membunuh istri, seorang ibu membunuh anaknya, anak-anak menganiaya orang tuanya dan kasih di antara mereka mulai menjadi dingin.
Allah mau kita tetap tinggal dalam kerajaan-Nya, sebab jika tidak! kita pun akan terkena imbas dan menjadi korban dari goncangan itu. Karena itu apapun yang terjadi dalam hidup kita tetaplah tinggal dalam kerajaan-Nya, sebab hanya satu yang tidak dapat digoncangkan yaitu kerajaan Allah.
Renungan: Tinggal dalam rumah yang mewah dan megah adalah sebuah kebanggaan. Tinggal dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram menjadi sebuah idaman, tetapi apa arti semua itu jika Tuhan tidak beserta kita. Tuhan adalah tempat perlindungan yang kokoh!
No comments:
Post a Comment