Monday, November 16, 2015

Iman Dalam Penderitaan

Ibrani 11:36-40; Mazmur 30:6“Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan” (Ibrani 11:36).
Sampai hari ini berita mengenai martir tidak pernah berhenti. Anda yang tinggal di kota dan jauh dari berbagai pertikaian, Anda mungkin terisolir dari berita-berita mengenai penganiayaan hamba-hamba Tuhan. Seorang penulis Kristen menuturkan salah satu kisah mengenai penganiayaan ini yang terjadi di negara kita.

“Costas Makris dan istrinya diutus ke Indonesia sebagai misionaris dan mereka melayani di sebuah suku pedalaman (sayang tidak disebutkan nama suku dan lokasinya). Semakin hari mereka semakin banyak memenangkan jiwa dan dibaptiskan. Akhirnya sang kepala suku menjadi marah dan memerintahkan prajuritnya membawa semua keluarganya ke suatu tempat. Di tempat eksekusi itu Costas di hadapkan beberapa orang yang bersenjatakan tombak. Istri dan anaknya hanya memandanginya perasaan yang bercampur aduk.

Apakah Costas ketakutan? Ternyata tidak sama sekali. Wajahnya bercahaya oleh kemuliaan Allah. Senyumnya selalu mengembang. Bagaimana orang yang akan mati bisa tersenyum seperti itu? Saat tombak itu diarahkan tiba-tiba kepala suku berteriak, “Berhenti!” Ia berjalan menghampiri Costas lalu memelukya dan berkata kepadanya  bahwa orang yang mau mati dengan wajah ceria dan penuh keberanian pasti memiliki sesuatu yang mereka butuhkan.”

Saudara, orang-orang seperti Costas ini mempunyai keyakinan bahwa menderita bagi Kristus akan membawa kemuliaan baginya. Mereka memandang ke depan, kepada Allah yang akan memberikan pahala bagi mereka yang rela menderita bagi kerajaan-Nya.

Kalau Anda bekerja pastilah upah Anda akan terlihat pada akhir bulan. Begitu Anda menerima amplop atau rekening Anda terdapat penambahan jumlah, Anda langsung tahu bahwa upah atau gaji Anda sudah dibayarkan. Tetapi orang yang mengiring Yesus kadang upahnya tidak semuanya “dibayarkan” di bumi ini. Ada orang-orang yang hidupnya menderita saja buat Tuhan. Tetapi pada akhir zaman mereka akan menerima semua pahala sebagai ganti dari penderitaannya itu.


Kita semua harus mengambil bagian dalam penderitaan Kristus bila kita ingin kemuliaan Allah. Firman Tuhan berkata, “….. sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (Mazmur 30:6).

Lebih baik menderita bersama Kristus daripada bergembira bersama iblis.

No comments:

Post a Comment