Ibrani 13:1-3; Kejadian 18:1-8 “Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:1, 2).
Kasih adalah elemen terpenting dalam kehidupan orang percaya. Tuhan sudah memberikan perintah yang terutama yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, dan yang kedua adalah mengasihi sesama kita. Dan Tuhan juga memberikan penekanan agar kasih persaudaraan itu semakin nyata dalam komunitas orang percaya. Peliharalah kasih persaudaraan (filadelfia) adalah perintah yang kita temukan lagi melalui penulis Ibrani.
Kasih persaudaraan itu seperti apa? Salah satunya disebutkan di sini: memberi tumpangan kepada beberapa orang. Dan tanpa bermaksud berlebihan, penulis Ibrani mengatakan bahwa orang yang berbuat demikian, tanpa sadar telah menjamu malaikat-malaikat Tuhan. Rupanya ini merupakan ingatan akan peristiwa yang terjadi saat Abraham dan Lot mengalami pengalaman menjamu para malaikat (Kejadian 18:2; 19:1).
Saya yakin kalau ada banyak malaikat berkeliaran, maka akan banyak orang Kristen akan berebutan menjamu mereka, menyediakan kamar terbaik, menyiapkan hidangan terlezat, dan memberikan pelayanan yang istimewa. Tapi kapan kesempatan itu ada?
Tidak perlu sejauh itu. Coba Anda lihat lagi kisah pada akhir zaman nanti, saat semua manusia dikumpulkan di depan Anak Manusia (Matius 25:31-46). Orang berkata bahwa ini adalah perumpamaan tentang Injil sosial. Jangan salah mengerti. Keselamatan diperoleh karena iman di dalam Yesus. Tetapi Yesus mau ingatkan tentang perintah-Nya mengenai kasih tersebut. Dan kasih harus dinyatakan, dipraktekkan, diwujudkan, dan dinyatakan. Kalau Anda melakukan perbuatan baik: memberi makan orang lapar, memberi pakaian orang telanjang, mengobati orang sakit, dsb itu, maka Anda melakukannya untuk Tuhan. Yesus berkata, “…. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40).
Marilah kita tidak melupakan mereka yang menderita, terutama saudara-saudara kita seiman. Lanjutkan kasih persaudaraan itu, maka Allah akan memberkati rumah tangga Anda dengan melimpah.
Renungan: Anda mau jadi pelayan Tuhan? Tetapi Anda tidak bisa menyanyi, mengajar, atau berkhotbah? Bersyukurlah sebab itu bukanlah satu-satunya cara melayani Tuhan. Masih ada cara lainnya, yaitu menjadi berkat bagi rekan-rekan kita yang berada dalam kekurangan dan penderitaan. Ribuan khotbah disampaikan, tetapi tanpa kasih akan seperti ledakan bom yang tidak mengenai sasaran.
No comments:
Post a Comment