Saturday, November 14, 2015

Pahlawan Kerajaan Allah

Ibrani 11:32-35; Daniel 1:8 “Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan  waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi” (Ibrani 11:23-35).

Dalam sebuah KKR seorang penginjil menyebarkan undangan sekaligus mengajak orang yang lalu lalang untuk datang ke KKR tersebut. Lalu ia bertemu dengan 2 orang muda yang kebetulan sedang lewat. Terjadilah dialog berikut ini:

“Anak muda, Allah memanggil Anda untuk menjadi tentara-Nya. Bergabunglah dan datanglah di KKR kami.”
“Maaf, kami juga adalah tentara Allah yang sedang bertugas.”
“Kok kelihatannya Anda tidak seperti tentara Allah?”
“Kami sedang dalam tugas penyamaran!” Kata kedua anak muda itu sambil berlalu.

Saudara, Yesus memanggil kita tidak untuk menjadi “orang Kristen bawah tanah”. Dia memanggil kita untuk menjadi radikal dan menyatakan identitas kita kepada dunia ini. Para pahlawan Allah seperti Gideon, Barak, Simson, dll itu adalah orang-orang yang radikal. Apa artinya menjadi radikal dan habis-habisan bagi Kristus?

Ciri khas dari orang seperti demikian adalah tidak mengenal kata kompromi. Siapa saja mereka?

Yusuf tidak berkompromi dengan dosa seksual (Kejadian 39). Istri Potifar yang menggodanya siang dan malam tidak digubrisnya. Dipancing dengan berbagai umpan dari kecil sampai besar tidak membuat Yusuf tertarik. Bandingkan dengan orang Kristen zaman sekarang yang diming-imingi sedikit kenikmatan dunia saja sudah gelagapan.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak berkompromi dengan titah penguasa yang salah (Daniel 3). Menghadapi penguasa seperti Nebukadnezar sebenarnya haruslah ekstra hati-hati, sebab titahnya adalah hukum. Tetapi kalau disuruh melakukan sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan jelas mereka menolaknya. Dan meskipun nyawa adalah taruhannya mereka tetap tidak berkompromi. Bagaimana dengan Anda?

Daniel tidak berkompromi dengan perkara-perkara yang najis (Daniel 1:8). Saya sungguh salut dengan pahlawan iman ini. Saya belum menemukan adanya celah kelemahan dalam hidupnya. Meskipun berganti-ganti raja yang memimpin, Daniel konsisten dengan komitmennya itu. 

Ada prasasti yang akan mencatat nama-nama mereka yang “berjasa” bagi Kerajaan Allah. Mereka adalah orang-orang yang radikal, tidak mengenal kompromi, dan berkomitmen tinggi terhadap Tuannya. Andakah orangnya?

Jadilah orang Kristen “radikal” yang selaras dengan kehendak Allah.

No comments:

Post a Comment