Wednesday, December 2, 2015

Mau Jadi Milyuner

Yakobus 1:9-11; Amsal 15:16 “Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap” (Yakobus 1:11).

Salah satu quiz yang paling digemari pemirsa adalah “Who Wants To Be A Millionaire”, kalau diterjemahkan artinya seperti ini: “Siapa Yang Mau Menjadi Milyuner”. Anda ingin menjadi milyuner? Saya rasa tidak ada manusia di bumi ini yang bakal menolak menjadi milyuner.

Kalau kita mau membuka mata dengan jujur, bangsa kita itu didera berbagai masalah, dan salah satu faktornya adalah meningkatnya jumlah orang miskin. Dari dahulu kemiskinan menimbulkan masalah di sebagian besar negara-negara berkembang. Kemiskinan meningkatkan angka kriminalitas, dan ini merupakan efek timbal balik. Tetapi kekayaan juga menimbulkan masalah di negara kita. Coba Anda adakan kaji ulang sumber-sumber dari penyebab krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Coba juga Anda hitung jumlah kredit macet yang dilakukan oleh mereka yang mengaku konglomerat. Saya bukanlah seorang ekonom dan pakar politik, tetapi saya bisa memahami mengenai permasalahan ini.

Dari dahulu manusia mengejar kekayaan. Dari dahulu manusia selalu tidak puas. Dari dahulu manusia berambisi menjadi yang terkaya dan terkenal. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kekayaan itu tidaklah kekal. Orang yang mengejar kekayaan akan jatuh dalam berbagai-bagai masalah. Mengapa manusia tidak bisa puas dengan apa yang ada? Mengejar karir dan meningkatkan laba Anda setiap tahun itu wajar, tetapi kalau Anda mencintai uang dan kekayaan, tidak lama lagi Anda akan jatuh ke dalam persoalan. Kita memang tidak mau miskin, dan tidak ada di antara kita yang mau miskin, tetapi juga janganlah mengejar kekayaan dengan membabi buta. Kita harus punya keyakinan bahwa Allah akan memenuhi segala kebutuhan kita. Kalau Anda puas dengan apa yang Tuhan berikan, maka hidup Anda akan bahagia. 

Saudara, harta yang dapat mendudukkan Anda sebagai raja, suatu saat akan berbalik memperbudak Anda. Meskipun Anda sudah punya uang segudang, Anda tidak akan puas. Siang malam Anda akan terus berpikir tentang uang, harta, dan kekayaan. Itu tandanya Anda sudah diperbudak oleh uang.

Renungan: Tidak ada yang kekal di bumi ini. Kekayaan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun dapat lenyap dalam sekejap. Atau Anda sedang mengalami hal seperti ini? Jangan putus asa. Kembalilah kepada Tuhan, sebab Ia pasti menyayangi Anda kembali. Tidak ada tuan yang sebengis uang.

No comments:

Post a Comment