Sunday, December 20, 2015

Tingkatkan Kewaspadaan

Ayat Bacaan : Yakobus 4:7-10; Amsal 4:23 “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan  sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” (Yakobus 4:7, 8).

Siapapun kita, tidak ada yang kebal terhadap dosa, sebab jalan untuk melakukan dosa sangat lebar dan terbentang luas di depan kita, dan kapan saja kita bisa melakukannya. Karenanya orang percaya pun bisa saja terjebak ke dalam dosa bila kita tidak waspada. Hal ini dapat ditunjukkan dengan jatuhnya beberapa anak-anak Tuhan termasuk hamba Tuhan. Sebagian besar orang tidak mengira mengapa orang yang bersangkutan bisa jatuh ke dalam dosa ? Ada yang jatuh di dalam dosa percabulan, ada yang jatuh karena korupsi, dan lain-lain. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Hari-hari ini kita harus lebih ekstra waspada dan berjaga-jaga supaya tidak jatuh ke dalam dosa, sebab roh memang penurut tetapi daging itu lemah (Matius 26:41). Karenanya melalui hamba-Nya, Rasul Yakobus, Allah memberikan beberapa jalan keluar bagaimana supaya kita tetap waspada dan bertahan sampai beroleh suatu kemenangan kekal, berikut beberapa nasihat Tuhan yang harus kita kerjakan: 

Pertama, tunduk kepada Allah, yaitu Allah mau kita tunduk kepada-Nya, taat melakukan hukum-Nya dan memiliki roh takut akan Tuhan. 

Kedua, melawan iblis. Oknum iblis adalah musuh utama orang percaya. Allah memberikan otoritas kepada kita untuk melawannya. Karenanya Allah memberikan otoritas-Nya dalam Lukas 10:19. 

Ketiga,  mendekat kepada Allah. Allah mau kita hidup dekat kepada-Nya, hidup di dalam Dia dan firman-Nya supaya kita mengerti kehendak-Nya dan rencana-Nya.

Keempat, hidup kudus. Allah mau supaya kita menjaga kekudusan sebab Ia Kudus adanya, dengan demikian hidup kita disertai Allah. 

Kelima, menghormati Tuhan. Ia mau kita menghormati hadirat-Nya, Sebab penghormatan kita kepada Allah akan mempertajam kepekaan kita kepada hadirat Tuhan. Allah pasti menyertai kita, hanya saja kadang kita kurang peka.

Keenam, hidup dalam pertobatan. Pertobatan itu adalah komitmen kita kepada Allah untuk tidak kembali hidup di dalam dosa, seperti anjing yang menjilat muntahnya (2 Petrus 2:22). Untuk  selanjutnya hidup sebagai manusia baru yang terus menerus dibaharui  (Kolose 3:10).

Renungan: Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan  supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia" (Lukas 21:36)  Waspadalah!  Tetaplah  di jalur Tuhan.

No comments:

Post a Comment