Ayat Bacaan : Yakobus 4:4-6; Amsal 30:8 “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4).
Dalam dunia paranormal dikenal istilah pelet, saat orang itu terkena pelet, maka orang yang bersangkutan terhipnotis dan akan melakukan apa saja seperti yang diperintahkan oleh orang yang memeletnya. Ini adalah kuasa iblis. Orang percaya tidak akan terkena pelet, kecuali kalau orang itu hanya Kristen KTP, sebab roh di dalam diri kita lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yohanes 4:4). Tetapi kita harus hati-hati, sebab ada pelet lain yang bisa memelet orang Kristen, tidak peduli siapa yang dipelet, apakah itu hamba Tuhan atau jemaat awam. Pelet itu adalah “pelet Hedonisme”! Hedonisme adalah suatu “pelet” yang menawarkan kenikmatan-kenikmatan duniawi. Pelet ini bekerja secara halus dan penuh dengan tipu muslihat. Banyak kasus yang muncul kepermukaan tentang jatuhnya anak-anak Tuhan karena disebabkan oleh hal ini.
Kata “persahabatan dengan dunia” di atas tidak memiliki pengertian kita tidak boleh mempunyai banyak sahabat, tetapi kata-kata itu lebih menekankan kepada faktor “keduniawian.” Kita diingatkan untuk tidak terjebak “mengaku orang rohani” tetapi masih berpola hidup keduniawian. Karenanya Rasul Paulus mengingatkan di dalam Efesus 4:17-19, “Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia, pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, jangan menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.”
Mengapa bisa terkena pelet hedonism ? Jawabannya adalah karena kompromi dengan dunia dan menjalin persahabatan dengan dunia. Tuhan Yesus pernah mengingatkan kita dalam Matius 10:16, supaya kita waspada sebab kita ini seperti anak domba di tengah-tengah srigala.….”
Dunia tempat kita berpijak hari-hari ini sedang terbawa arus hedonisme dan materialiasme. Segala macam bentuk kenikmatan ditawarkan, sehingga jika kita tidak hati-hati kita akan terjebak. Jebakan-jebakan itu sangat halus. Ketika seseorang melayani Tuhan hanya untuk mementingkan diri sendiri, melayani Tuhan dengan motivasi popularitas, atau ingin mendapatkan fasilitas dan penghormatan, maka orang itu terjebak ke dalam pelet hedonisme. Ia terjebak untuk melayani manusia untuk mendapatkan keuntungan dan melupakan pelayanannya kepada Allah. Ia begitu nampak rohani sekali padahal tidaklah demikian.
Renungan: “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan” (Efesus 4:30,31). Kuasailah dirimu dan jadilah bijak!
No comments:
Post a Comment