Saturday, July 30, 2016

Jangan Tertawa!

Ayat Bacaan : Kejadian 18:1-15; Markus 9:23 "Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua" (Kejadian 18:12)?

Sebenarnya Tuhan berbicara kepada Abraham mengenai janji seorang anak, tetapi Sara "nguping" dari pintu kemah di belakangnya. Sara benar-benar tidak dapat menahan gelinya ketika Allah hendak memberikan anak kepadanya. Bagaimana mungkin ia yang sudah menopause dan suaminya juga sudah tua akan mampu memberikan keturunan kepadanya? Apakah ini bagian dari lelucon atau dagelan? Jadi tertawalah Sara dalam hati.

Pernahkah Anda tertawa seperti Sara ketika Allah menjanjikan sesuatu kepada Anda? Akuilah kalau Anda sering tertawa, sadar atau tidak!

Ketika Allah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya, maka seharusnya kita harus sadar bahwa kita hidup di bawah hukum Allah. Hukum dunia menyatakan bahwa Sara sudah tua dan tidak mungkin ia mendapatkan keturunan, tetapi hukum Allah menyatakan lain. Atau kalau Anda melihat kasus Yesus berjalan di atas air, secara hukum dunia itu mustahil, sebab massa tubuh Yesus tidak dapat ditahan oleh gaya tekan air ke atas. Namun lagi-lagi Yesus tidak berada di bawah hukum dunia. Ia melampaui segala hukum dunia dan Ia berjalan di atas air.

Lalu bagaimana dengan situasi yang Anda hadapi kini? Anda seperti Sara yang tidak mungkin mendapatkan keturunan? Atau Anda berada di tengah lautan yang tidak mungkin ada bantuan untuk sampai ke tepian? Jangan tinggal dalam hukum dunia. Allah memberikan hukum-Nya supaya Anda terbiasa hidup di dalamnya. Segala sesuatu mungkin bagi Allah, dan bagi orang percaya. Asal Anda mengamini janji Tuhan, maka apa yang dijanjikan Allah itu akan digenapi. Lukas berkata, "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Lukas 1:37). Tetapi pada kesempatan lain Yesus berkata, "..... Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya" (Markus 9:23). Bukan hanya Allah saja yang berkata “tiada yang mustahil”, tetapi juga orang percaya.

Kalau Anda mengalami situasi yang sama dengan Sara dan Abraham, Tuhan menjanjikan mukjizat. Ingatlah bahwa mukjizat tidak datang apabila Anda bimbang. Mukjizat datang kalau Anda percaya.

Renungan: Menikmati mukjizat bukan lagi hal yang aneh dan asing. Sebagai anak-anak Allah kita wajib hidup di dalam mukjizat.

Mukjizat ada karena ada iman.

No comments:

Post a Comment