Ayat Bacaan : 1 Tawarikh 17; Roma 8:28-30
“Lalu berkatalah Natan kepada Daud: "Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau”
(1 Tawarikh 17:2).
Menarik sekali bila kita membaca di sini bahwa Daud mempunyai niat baik, yakni kerinduannya untuk mendirikan rumah bagi Allah Israel. Setiap orang pasti setuju bahwa ini adalah permintaan yang amat baik. Tetapi sayang, Tuhan tidak meluluskan permintaan tersebut, sebab bukan dia yang akan mendirikannya melainkan anaknya. Jelas sekali di sini bahwa apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut pemandangan Allah.
Suatu hari sebuah perahu dipukul oleh badai besar dan semua awaknya terlempar ke laut. Seorang di antaranya terdampar di sebuah pulau kosong. Karena panas yang menyengat ia lalu mendirikan sebuah gubuk sederhana dari ilalang kering dan kayu-kayu kering. Setiap hari ia berteduh di gubuk itu sambil berharap datangnya pertolongan. Setelah beberapa hari pada suatu siang bolong gubuk tersebut tiba-tiba terbakar. Dan orang yang terdampar tersebut menjadi marah kepada Allah dan berteriak, “Tuhan apa sih mau-Mu? Udah pertolongan-Mu berlambat-lambat datangnya eh sekarang malahan Engkau bakar gubukku.” Tidak ada jawaban dari Tuhan.
Tidak berselang lama tiba-tiba mendekatlah sebuah helikopter lalu menyelamatkan orang yang terdampar tersebut. Dengan heran orang itu bertanya kepada pilot helikopter, “Bagaimana Anda tahu saya ada di pulau itu?”
“Lho bukankah Anda mengirimkan berita SOS melalui asap yang Anda bikin?”
Sadarlah orang itu bahwa Allah telah menyelamatkan dirinya dengan cara unik. Jadi apa yang dianggapnya malapetaka tersebut justru menjadi keselamatan bagi dirinya.
Saudara, kadang Allah bekerja tidak sesuai dengan jalan pikiran kita. Apa yang menurut kita baik belum tentu itu baik bagi Allah. Jadi jangan heran kalau sampai detik ini kita menimbun begitu banyak pertanyaan kepada Allah. Memang Daud segera tahu melalui Nabi Natan mengapa Allah tidak mengizinkan dia mendirikan rumah bagi Allah. Namun kadang jawaban Allah belum datang kepada kita dalam waktu yang cepat. Kalau sudah begini biasanya kita menjadi marah kepada Allah! Dan jangan heran pula bahwa Allah kadang menyimpan rahasia seperti yang dikatakan-Nya, “Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu” (Amsal 25:2).
Renungan:
Allah itu selalu benar dan bekerja sesuai dengan cara-Nya. Hanya kadang kita tidak mengerti jalan pikiran-Nya. Tetapi percayalah bahwa Dia sanggup melakukan yang terbaik buat kita.
Pekerjaan Ilahi kadang tidak selaras dengan pikiran manusia.
No comments:
Post a Comment