Ayat Bacaan : 1 Tawarikh 16:7-43; Kolose 4:2
“Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa”
(1 Tawarikh 16:43)!
Di Budapes, seorang pria mendatangi rabi dan mengeluh, “Hidup begitu susah. Kami sembilan orang tinggal dalam satu kamar. Apa yang harus kami lakukan?”
Rabi itu menjawab, “Masukkanlah seekor kambing ke dalam kamarmu.”
Orang itu heran, tapi si rabi memaksanya bertindak demikian. “Lakukan saja dan kembalilah kemari seminggu kemudian.”
Seminggu kemudian orang itu kembali lagi. “Kami tidak tahan,” katanya kepada si rabi. “Kambingnya begitu jorok.”
Lalu si rabi berkata kepadanya, “Pulanglah dan keluarkan kambingnya. Lalu kembalilah kemari seminggu lagi.”
Seminggu kemudian orang itu kembali dengan wajah berbinar. Ia berkata, “Hidup begitu indah. Kami menikmati setiap menit sebab kambingnya sudah tidak ada lagi. Sekarang tinggal kami bersembilan.”
Anda memahami apa yang menjadi pesan dari cerita ini?
Saudara, kalau kita tidak tahu bagaimana caranya mengucap syukur kepada Allah, cobalah melakukan seperti yang diperintahkan oleh rabi di atas. Maka kita juga akan melimpah dengan ucapan syukur.
Sebenarnya ada begitu banyak alasan untuk mengucap syukur kepada Allah. Tetapi mengapa yang keluar dari bibir kita hanyalah umpatan kata-kata sial? Jangan-jangan kita hanya mengikuti tren dunia ini yang setiap hari dipenuhi dengan umpatan.
Suatu hari ditayangkan di televisi swasta tentang kehidupan para jetset (orang-orang kaya). Dari rumahnya yang megah sampai hobi para jetset tersebut dipertontonkan. Kita cuma bisa geleng kepala melihat kemewahan seperti itu. Mungkin tercetus sedikit protes, “Kok aku tidak seperti mereka ya?” Tanpa sadar kita mulai protes. Namun tiba-tiba tayangan tersebut selesai dan digantikan dengan tayangan kehidupan para gelandangan di bawah jembatan. Luapan protes yang sempat berkobar seketika juga padam dan berganti dengan ucapan syukur sebab ternyata keadaan kita masih lebih baik dari mereka. Percayalah bahwa pasti ada alasan untuk mengucap syukur.
Renungan:
Jangan mendongak ke atas dan membandingkan diri kita dengan mereka yang ada di atas. Cobalah kita melongok ke bawah supaya kita tahu bagaimana harus mengucapkan syukur kepada Allah. Lebih bijak lagi kalau kita tidak sekedar melongok ke bawah tetapi juga menolong mereka yang ada di bawah.
Bila kita tahu mengucap syukur berarti kita adalah manusia yang mengerti kasih Allah.
No comments:
Post a Comment