Ayat bacaan : Roma 8:31-39; 2 Raja-Raja 13:1-5
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang ?” (Roma 8:35)
Kalau bukan karena kasih karunia Allah, tidak ada satu pun manusia di bumi ini diizinkan oleh Allah untuk hidup. Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua agar tidak ada satu pun di antara kita yang binasa. Pengorbanan yang dilakukan Allah bagi kita tentulah karena Allah itu mengasihi kita. Tetapi dalam kasih-Nya itu Ia juga mengizinkan penderitaan menimpa kita.
Beberapa orang yang mengalami penderitaan tidak mau menerima kenyataan itu. Alasannya, katanya Allah itu mengasihi kita dan Ia sangat sayang pada kita, tetapi mengapa Ia berbuat “kejam” kepada kita? Akibat keraguan dan ketidakpercayaan manusia terhadap Allah, saat itulah Iblis berkata, “Benar…. kamu hanya ditipu oleh orang-orang yang berkata Allah dahsyat… Allah luar biasa, tapi mana buktinya? Nyatanya kamu harus mengalami kesulitan, nyatanya kamu harus mengalami penganiayaan, nyatanya hidupmu tidak bisa tenang karena orang membenci kamu.” Perkataan ini sering kita telan mentah-mentah dan akhirnya kita mulai meragukan janji-janji Allah.
Bagaimana kekristenan yang sebenarnya menurut Paulus? Kekristenan yang sesungguhnya menurut Paulus adalah: kekristenan yang tidak terlepas dari penindasan, kekristenan yang tidak terlepas dari kesesakan, kekristenan yang tidak terlepas dari penganiayaan, kekristenan yang tidak terlepas dari kelaparan, kekristenan yang tidak terlepas dari ketelanjangan atau bahaya, bahkan kekristenan yang tidak terlepas dari pedang sekalipun, tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Pada zaman raja Yoahas, bangsa Israel ditindas oleh raja Aram. Karena Yoahas memohon belas kasihan Tuhan, maka kelepasan diberikan Tuhan kepada bangsa Israel (2 Raja-raja 13:4). Sebenarnya permohonan Yoahas tidak patut didengar oleh Tuhan, karena penindasan yang terjadi pada bangsa Israel akibat perbuatan Yoahas yang jahat di mata Tuhan. Tetapi karena Tuhan itu mencintai umat-Nya, maka permohonan raja Yoahas didengarkan oleh Tuhan.
Renungan:
Percayalah bahwa Allah itu mengasihi kita. Kalau toh kita masih sering mengecewakan Dia, apabila kita berseru kepada-Nya, Ia masih akan mendengarkan kita. Tetapi kalau Anda tetap saja bandel, malapetaka dapat mendatangi Anda.
Orang benar adalah pemenang di atas pemenang.
No comments:
Post a Comment