Wednesday, July 15, 2015

Penuntun Kepada Kristus



Ayat bacaan : 1 Timotius 1:6-11; Yesaya 64:6 

“Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan” 
(1 Timotius 1:8).

Apa yang Tuhan telah berikan kepada manusia itu semuanya baik. Jadi kalau kita tidak berada di bawah hukum Taurat lagi itu tidak berarti bahwa hukum Taurat itu tidak baik. Kita akan melihat mengapa hukum Taurat harus diberikan terlebih dahulu kepada manusia sebelum mereka melihat Injil Allah:

Pertama, hukum Taurat menjelaskan apa dosa itu. Sebelum manusia tahu apa yang boleh dan tidak boleh mereka tidak akan pernah tahu apa dosa itu. Justru karena hukum Taurat itulah maka manusia mengerti apa yang disebut dengan dosa. Sebab bila mereka melanggar perintah-perintah hukum Taurat, maka itulah yang disebut dengan dosa. Bagaimana manusia tahu kalau itu dosa bila sebelumnya tidak ada perintah “jangan mengingini?”

Kedua, hukum Taurat membangkitkan kuasa dosa. Saya biasa melewati sebuah gedung dengan lukisan berada di dinding. Sebelumnya tidak pernah terbersit dalam pikiran saya untuk memegang, apa lagi menyentuhnya. Beberapa saat kemudian terlihatlah tulisan di bawahnya: Jangan Sentuh! Dan anehnya, sejak peringatan itu ada, banyak orang yang tergoda untuk menyentuhnya dan banyak yang melakukannya! Inilah kuasa dosa yang membelenggu manusia. Manusia yang sebelumnya tidak tahu mana yang boleh dan mana yang tidak, akhirnya semakin sering melakukan pelanggaran.

Ketiga, hukum Taurat menuntun manusia pada keselamatan yang sebenarnya. Paulus dengan ilham Roh Allah menjelaskan, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman” (Galatia 3:24). Hukum Taurat itu merupakan penuntun kita. Sebab apa yang dilakukannya tidaklah dapat menyelamatkan manusia. Tetapi ia jelas dianggap “berjasa” sebab melalui oleh Tauratlah manusia dapat mengenal keselamatan di dalam Yesus Kristus - bukti yang menyatakan bahwa manusia tidak dapat melakukan hukum Taurat dengan kekuatannya. Lalu bagaimana? Sekarang kita dapat bersandar sepenuhnya pada kasih karunia Allah. Yesus datang sebagai kegenapan dan tujuan utama diberikannya hukum Taurat. Dan supaya manusia menyadari bahwa tidak ada satu pun manusia yang sanggup melakukan hukum Taurat dengan sempurna.

Renungan: 
Hukum Taurat itu baik. Manusia yang mau sungguh-sungguh mentaati hukum Taurat akhirnya akan tersadar bahwa mereka tidak sanggup melakukannya. Dengan demikian manusia tersebut akan datang kepada Kristus! 
Tanpa hukum Taurat, tidak akan ada Kristus; tanpa Kristus tidak akan ada keselamatan.

No comments:

Post a Comment