Ayat bacaan : 1 Timotius 1:1-5; Imamat 18:3
“….. aku telah mendesak engkau supaya …..menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka …..”
(1 Timotius 1:3, 4).
Paling menyedihkan bila melihat manusia-manusia yang ada di dalam gereja sibuk dengan diri sendiri, bahkan menghasilkan percekcokan lalu melupakan panggilannya sebagai saksi Kristus. Dan Paulus melihat indikasi ketidakberesan ini di dalam jemaat Tuhan. Mereka hanya ribut dengan ajaran-ajaran dan paham-paham yang mungkin menjadi panutan mereka pada mulanya.
Mereka masih percaya kepada takhayul-takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Setelah Anda “dientas” dari comberan dosa, Anda tidak perlu lagi dibelenggu oleh berbagai paham yang bukan berdasarkan Kristus. Sebab sebagian orang Kristen hingga saat ini masih ada yang berusaha menggabungkan antara iman dengan kepercayaan yang cenderung bersifat takhayul. Apa yang mereka lakukan tidak lebih dari usaha untuk “menenteramkan” hati. Daripada dimarahi oleh nenek moyang, ah lebih baik menyediakan makanan buat mereka yang sudah mati. Ya, sebagian orang Kristen masih beranggapan seperti ini. Jadilah mereka orang Kristen “ampibi” (menyesuaikan diri berdasarkan keadaan). Kita harus berani melawan norma-norma dan tradisi-tradisi kuno yang tidak berlandaskan firman Tuhan.
Anda tidak perlu membuang semuanya, sebab ada beberapa tradisi yang bersifat netral dan tidak melanggar firman Tuhan. Pada zaman Yesus, Ia sering mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang memegang tradisi dengan kuat, tetapi mengabaikan belas kasihan. Akhirnya mereka menjadi orang munafik yang hanya pandai berteori tetapi tidak bisa melakukan kebajikan. Ambillah keputusan sekarang juga jika Anda masih terikat dengan berbagai takhayul dan tradisi. Sebab semuanya itu membuat Anda tidak bisa bertumbuh. Rohani Anda kerdil. Kalau sudah mengambil keputusan mengiring Yesus, ya lakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
Renungan:
Tidak akan ada laknat atau kecelakaan, seperti kata orang, bila Anda sungguh-sungguh meninggalkan tradisi yang membelenggu Anda. Buanglah semua benda-benda kekejian yang menjadi simbol tradisi Anda. Percayalah bahwa Allah Anda lebih besar dari segala ilah di dunia ini.
Manusia yang terikat tradisi berarti mengikatkan diri pada dewa kesia-siaan.
No comments:
Post a Comment