Ayat bacaan : 1 Timotius 1:18-20; Bilangan 13:30
“Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka”
(1 Timotius 1:19).
Ribuan orang Israel berdiri dengan terpaku menyaksikan pekerjaan Allah saat Ia menenggelamkan Firaun dan tentaranya di laut Teberau. Suatu pemandangan yang dahsyat di mata mereka: kuda-kuda tersungkur, para tentara berteriak, kereta-kereta pontang-panting, dan ribuan manusia terseret oleh ganasnya lautan. Kurang lebih 1,5 juta orang Israel menyaksikan pemandangan yang luar biasa ini. Saya bisa bayangkan bagaimana orang Israel bersujud, mengangkat tangan memuji Tuhan, dan Miriam memimpin pujian dengan spontan. Mereka berseru: Hebat Allah kita! Luar biasa Allah kita! Sungguh Dia tidak tertandingi! Apabila Anda ada di sana mungkin Anda akan berkata, “Bukankah ini pekerjaan Allah yang hebat yang tidak akan membuat kau ragu lagi untuk percaya kepada-Nya apapun yang terjadi di depan nanti?” Semua orang Israel akan berkata, “Ya! Ya! Bagaimana kita tidak percaya kepada-Nya bila Ia baru saja menunjukkan kuasa-Nya yang hebat itu?”
Sayang, dari sekian banyak orang Israel yang menyaksikan pekerjaan Allah itu hanya 2 orang saja yang berhasil menjaga imannya. Mereka adalah Yosua dan Kaleb. Dua orang inilah yang membawa berita yang positif, tidak seperti kesepuluh rekan lainnya. Tetapi justru seluruh orang Israel lebih percaya kepada 10 orang itu. Demikian juga halnya dengan sekarang. Hampir semua pengikut Kristus menginginkan mengiring Kristus sampai akhir. Ini berarti hidup di dalam iman, tanpa bimbang, dan tanpa menggerutu. Kita berkata, “Kita telah menyaksikan mukjizat dalam hidup kita. Kita mempunyai pengalaman laut Teberau. Bagaimana mungkin kita akan meragukan Dia?” Kenyataannya? Banyak dari kita yang berakhir dengan gerutuan dan keragu-raguan seperti orang Israel.
Bahkan sebagian dari mereka kandas! Menyedihkan! Kita tidak dapat menjadi orang Kristen yang bertumbuh. Kita mudah puas dengan keadaan kita, dan tidak ada kerinduan dalam hati kita untuk mencapai target rohani yang lebih besar. Akhirnya kita menjadi orang Kristen yang berjalan di tempat, sampai kita ditemukan duduk-duduk di padang gurun sambil menggerutu kepada Allah.
Renungan:
Iman itu perlu dijaga. Hati yang murni itu perlu dipertahankan. Dan jangan izinkan kekotoran-kekotoran dunia menajiskan hati nurani Anda. Dan yang penting lagi adalah menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan melalui firman-Nya dan doa.
Menjadi Kristen berarti siap dengan perjalanan panjang.
No comments:
Post a Comment