Ayat Bacaan : Keluaran 30:17-21; 1 Yohanes 1:9
”Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ”Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya.”
(Keluaran 30:17-18)
Bejana pembasuhan dibuat sama pentingnya dengan peralatan lainnya di dalam Kemah Suci. Bila tidak penting, mengapa Allah harus berfirman kepada Musa? Tanpa bejana pembasuhan, Kemah Suci atau Tabernakel Musa itu tidak mungkin bisa dipakai sebagai tempat ibadah.
Apa fungsi bejana pembasuhan itu? Sebagai tempat untuk “membasuh tangan dan kaki dengan air.” Mereka harus bersih secara lahirah sebelum masuk Kemah Pertemuan atau Ruang Kudus. Mereka tidak boleh masuk dengan keadaan tubuh yang kotor atau cemar setiap kali mereka menghadap Allah. Bila mereka [para imam] tidak melakukannya mereka akan mati. Mereka akan berhadapan dengan kekudusan Allah. Sebab Allah yang akan mereka temui adalah Allah yang Kudus dan Suci.
Mereka harus menghormati Allah dengan kesucian dan kekudusan melalui ketaatan “membasuh tangan dan kaki [mereka] dengan air” dalam bejana pembasuhan.
Memang kita tidak memerlukan ritual tersebut. Tetapi ingat, kita juga harus menghadap dan bersekutu dengan Allah yang sama, yaitu Allah yang Kudus dan Suci. Tidak mungkin kita menghadap Allah dengan masih membawa dosa-dosa kita yang belum dibereskan di hadapan-Nya. Sebab ”tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”
Kita membasuh dosa dan kesalahan kita bukan dengan air. Air hanya membersihkan bagian luar dari kita. Tetapi firman Tuhan membersihkan bagian yang terdalam dari hidup kita. Ya, kita dibersihkan hanya oleh firman Allah dan darah Yesus. Caranya? Akui segala kesalahan dan dosa kita seperti yang dikatakan oleh firman Tuhan maka darah Yesus akan menghapus dan menyucikan diri kita sehingga kita siap menghadap Allah kembali dengan bebas tanpa ada rasa tuduhan-tuduhan dari hati nurani kita. ” Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).
Hal ini akan kita lakukan setiap kali kita melakukan pelanggaran dan kesalahan dengan hidup tidak sesuai firman Tuhan.
Renungan: Hanya diri Anda sendiri yang tahu apakah Anda kotor atau tidak. Oleh sebab itu bukalah hati Anda saat firman Allah diberitakan. Jangan pernah mengeraskan hati Anda. Lebih cepat kita menyerah lebih cepat juga firman Allah akan membersihkan hidup kita menjadi bejana Allah yang cermelang. Sebab firman Allah akan meluruskan jalan-jalan kita yang bengkok. Firman Allah akan mengubahkan kita untuk menjadi sama seperti Kristus.
Kesucian itu adalah kebersihan batin seseorang.
No comments:
Post a Comment