Ayat bacaan : 1 Timotius 5:22-25; 2 Tawarikh 16:9
“Dosa beberapa orang menyolok, seakan-akan mendahului mereka ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian”
(1 Timotius 5:24).
Kalau Anda tahu bahw a ada kamera yang tersembunyi di dalam kamar Anda, apa yang akan Anda lakukan? Oh pasti Anda akan melakukan hal-hal yang sopan. Bahkan mau bergerak sedikit saja sudah takut, apalagi melakukan hal-hal yang “mengerikan.” Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang wanita, mantan politikus Taiwan yang terlibat skandal dengan seorang pria bersuami (seperti yang dilansir di beberapa media pada beberapa tahun yang lalu). Wanita yang sedang menapak karir di bidang tarik suara, tiba-tiba namanya mencuat setelah temannya, yang menyembunyikan sebuah kamera di kamarnya “berbaik hati” merekam adegan seksnya dengan pria beristri. Celakanya, temannya malah kebablasan dengan mengirimkan rekaman itu ke majalah setempat. Dan Anda bisa bayangkan bagaimana adegan yang seharusnya hanya boleh diketahui oleh nyamuk itu kini bisa dinikmati oleh hampir seluruh manusia di bumi ini. Memalukan, bukan?
Tepatlah peribahasa yang berkata: serapat-rapatnya membungkus bangkai pasti akan bau juga. Manusia yang berusaha menyembunyikan skandal-skandalnya pastilah suatu saat akan diketahui oleh masyarakat juga. Entah berapa banyak skandal yang telah diekspos, atau yang sedang diekspos, dan akan diekspos. Kalau toh tidak terbuka di sini, di pengadilan Allah semuanya akan disingkapkan. Jadi janganlah Anda mengira bahwa Anda cukup lihai menyembunyikan skandal Anda.
Ingatlah kasus “Batsyebagate” yang menyeret Daud ke dalam adegan yang memalukan (2 Samuel 11). Mata Tuhan menyaksikan bagaimana Daud mempergunakan pengaruhnya untuk memperdayai Batsyeba lalu membunuh suaminya dalam sebuah kecelakaan yang sudah diatur. Daud mengira Allah tidak tahu? Mungkin itu pikirannya pertama kali. Tetapi setelah Nabi Natan datang dengan membawa berita hukuman, barulah ia sadar bahwa tidak ada manusia yang luput dari pengawasan Allah. Saudara, hendaklah hidup Anda kudus dalam segala hal. Lakukan segala sesuatu seolah-olah (dan memang demikian) bahwa Allah berada di samping Anda. Anggaplah bahwa ada kamera yang selalu memantau kegiatan Anda. Saya yakin Anda akan lebih hati-hati dalam bersikap.
Renungan:
Marilah kita menjalani hidup ini dengan labih hati-hati. Mereka yang terus berbuat dosa biarlah mereka melakukannya, dan jangan Anda terbawa dengan tingkah laku mereka. Sebab Anda adalah anak-anak kudus di dalam Allah.
Setiap manusia diawasi oleh “kamera” surgawi setiap saat.
No comments:
Post a Comment