Monday, January 8, 2018

Satu Keturunan

Ayat Bacaan ; 1 Tawarikh 1:1-54; 2 Petrus 3:9
 “Anak-anak Abraham ialah Ishak dan Ismael. Inilah keturunan mereka: anak sulung Ismael ialah Nebayot, lalu  Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma; mereka itulah anak-anak Ismael. Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan  Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan”
(1 Tawarikh 1:28-32).




Beberapa konflik yang terjadi di tanah air dipicu oleh berbagai perbedaan dan  kepentingan.  Itulah yang sering dijadikan alasan untuk memunculkan konflik. Banyak korban yang berjatuhan akibat konflik ini baik material maupun jiwa. Hal yang sama juga terjadi di belahan dunia yang lain, terutama  di wilayah Timur Tengah. Kerukunan, perdamaian dan keadilan hanya menjadi wacana yang muncul kepermukaan, setelah itu pecah lagi konflik yang besar. 

Padahal kalau diperhatikan dengan seksama kita semua berasal dari keturunan yang sama yaitu dari Adam dan Hawa. Tuhan Yesus adalah Tuhan semua bangsa. Ia mengasihi semua orang tanpa memandang muka. Ia mau semua orang di muka bumi ini bertobat dan percaya kepada-Nya. Bacalah 2 Petrus 3:9, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan  supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

Dari silsilah yang kita baca sesungguhnya kita sedang diingatkan Tuhan bahwa kita semua adalah satu keturunan dan merupakan generasi Adam dan Hawa.  Jangan lagi ada permusuhan di antara kita, terlebih dengan saudara seiman. Jika ada perbedaan itu harus diterima, dan persaudaraan harus tetap dijaga. Tuhan Yesus mau ada kerukunan di antara umat manusia ciptaan-Nya. Tentu hal ini harus dimotori oleh gereja, karena itulah Tuhan Yesus menyatakan kepada gereja-Nya: “kamu adalah garam dan terang dunia” (Matius 5:13,14).

Dengan saudara kita non Kristen kita harus tetap menaruh hati dan menaruh hormat. Kepada mereka kita tidak boleh menutup diri atau merasa asing. Janganlah pergaulan kita batasi karena perbedaan warna kulit, atau agama atau kepercayaan, tanpa mengorbankan keyakinan dan keimanan yang kita miliki. 

Renungan:
Karena kita satu keturunan, maka keselamatan itu bagi semua bangsa karena itu firman-Nya: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu  senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:19, 20)."


Ingatlah kita semua satu keturunan, janganlah memandang muka, nyatakanlah Injil kerajaan-Nya.

No comments:

Post a Comment