Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 25:22-30; Efesus 6:4
“Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin, raja Yehuda dibuang, dalam bulan yang kedua belas, pada tanggal dua puluh tujuh bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara”
(2 Raja-Raja 25:27).
Menjadi orang yang dikasihi oleh seseorang pastilah suatu yang berharga melebihi dari pada perak dan emas, ini terjadi di masa pemerintahan raja Babel yang memenjarakan raja Yehuda yaitu raja Yoyakhin.
Setiap dari kita pastilah menginginkan ada orang yang mengasihi kita, contohnya: kita ingin dikasihi suami, dikasihi orang tua, dikasihi saudara, dikasihi teman, dan yang penting di kasihi Allah.
Setiap manusia membutuhkan kasih. Kita yang memiliki anak tentunya tahu bagaimana anak kita amat membutuhkan kasih sayang kita. Coba saja kita berkunjung ke panti asuhan dan perhatikanlah perilaku anak-anak di sana. Lihatlah bagaimana mereka merindukan kita memeluk mereka. Mereka berusaha tampil sebaik mungkin supaya kita menghampiri dan membelainya. Mereka membutuhkan kasih sayang.
Krisis kasih sedang melanda dunia ini. Para remaja kehilangan kasih dari keluarganya dan mereka mencari kasih di dunia ini. Sayang, dunia ini sangat kejam. Anak-anak itu dijerumuskan dengan obat-obatan, pergaulan bebas, dsb. Kita harus memperhatikan gejala yang tidak beres semacam ini. Ada tanggung jawab dalam gereja Tuhan untuk menyelamatkan mereka yang kurang kasih sayang. Sampaikanlah berita bahwa Allah itu penuh dengan kasih sayang. Dia telah memberikan nyawa-Nya untuk mereka. Tidak ada kasih sayang terbesar selain yang ditunjukkan Yesus kepada dunia ini.
Saudara, marilah kita memikirkan bagaimana caranya menjangkau mereka yang kehilangan kasih sayang. Mungkin selama ini kita tidak peduli dengan hal ini, tetapi inilah saatnya untuk peduli dengan mereka.
Renungan:
Kasih adalah jalan keluar bagi para remaja yang memberontak. Perhatikanlah dengan seksama perilaku anak-anak kita juga, jangan sampai mereka tidak mendapatkan kasih sayang di rumah mereka.
Diberi kasih lebih penting daripada diberi uang.
No comments:
Post a Comment