Ayat Bacaan : 2 Raja-raja 24:18-25:21; Yohanes 10:14
“Lalu raja Babel menyuruh membunuh mereka di Ribla, di tanah Hamat. Demikianlah orang Yehuda diangkut ke dalam pembuangan dari tanahnya”
(2 Raja-Raja 25:21).
Kata tercerai-berai merupakan gambaran yang sangat menyedihkan bagi kita semua yang mendengarkannya. Sekarang ini sedang marak di dunia selebritis tentang kawin dan cerai. Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak senang dengan perceraian, tetapi toh mereka masih yang banyak melakukannya, ya itulah manusia yang kurang puas dengan pasangannya.
Bagaimana dengan keadaan kerajaan Yehuda yang saat itu dipimpin oleh raja Zedekia? Mengapa kerajaan Yehuda sampai runtuh dan tercerai-berai hingga sedemikian rupa? Pertama jika melihat ayat ke 19 dari pasal 24, karena raja Zedekia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan murka Allah terjadi terhadap Yerusalem dan Yehuda hingga Tuhan membuang mereka di hadapan-Nya karena itu raja Zedekia memberontak terhadap raja Babel. Tercerai-berainya umat Allah ini juga membuat hati Allah luluh. Kita tahu bahwa Allah tidak ingin umat-Nya tercerai-berai. Di dalam Yehezkiel 34:12 dikatakan, “Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.” Gambaran seorang gembala yang kawanan dombanya tercerai-berai, hal ini tidak lain juga untuk kita. Dalam Yoh. 10:14 dikatakan, “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.” Tuhan mengenal pribadi kita masing-masing dan bahkan Dia mengenal kita sebelum semuanya ada. Dalam Mazmur 139:16 dikatakan, “mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” Dan kalau kita baca mulai ayat ke satu sampai 24 di dalam Mazmur 139 ini, betapa besarnya kasih Allah kepada kita, dan betapa mulianya kita. Dijadikannya kita ini biji mata-Nya, dikasihi, diurapi, diberkati, semuanya itu adalah janji Tuhan kepada kita.
Renungan:
Janganlah kita menjadi orang buangan, tetapi usahakanlah untuk hidup damai dengan semua orang dan setia kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan nyawa-Nya bagi kita. Kolose 1:14 berkata, “di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa”.
Kita adalah domba yang dijaga dengan penuh kasih oleh Sang Gembala.
No comments:
Post a Comment