Ayat Bacaan : Titus 2:6-10; Mazmur 34:15 ”… Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita” (Titus 2:7-8)
Anda menasihati orang tetapi tidak didengar? Anda mengajar orang untuk hidup benar dan baik tetapi Anda malah dilecehkan dan diolok-olok? Bagaimana caranya membungkam mulut mereka yang kerap kali bersuara sumbang kepada kita sehingga mereka tidak berkutik lagi? Paulus memberikan resep yang ampuh kepada Titus untuk menghadapi orang-orang yang demikian.Inilah resep untuk “membungkam” mulut mereka:
1. Jadilah teladan.
Menjadi teladan bagi orang lain dalam hal yang baik adalah lebih sulit dari pada menjadi teladan untuk hal-hal yang buruk. Menjadi teladan berarti kita dituntut untuk hidup sesuai dengan apa yang kita katakan dan ajarkan. Yesus adalah teladan kita, antara apa yang diajarkan-Nya dengan apa yang dilakukan-Nya adalah sama. Paulus dengan penuh keberanian juga berkata, “Jadilah pengikutku [tirulah-teladanilah], sama seperti aku juga menjadi pengikut [meniru-meneladani] Kristus.” (1 Korintus 11:1).
2. Bersikaplah jujur.
Ada banyak orang yang tidak jujur dengan dirinya sendiri. Mereka memakai topeng untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya. Mereka ingin mengeruk keuntungan-keuntungan materi dari jemaat dengan menggunakan kebenaran sebagai landasannya. Ini sangat berbahaya. Bila tujuan licik ini terbongkar runyamlah sudah. Oleh sebab itu Anda harus jujur, tidak ada maksud lain selain untuk kemuliaan nama Tuhan. Dengan bersikap jujur maka tidak ada seorangpun yang bisa mengolok-olok pemberitaan Anda.
3. Jangan membuka cela.
Perhatikan apa yang Anda beritakan! Jangan biarkan ada cela dalam pengajaran yang Anda ajarkan. Cela di sini adalah pemberitaan atau ajaran yang tidak sesuai dengan Injil atau Firman Tuhan. Sekali pemberitaan Anda bertentangan dengan pemberitaan Anda sebelumnya maka terdapat cela dalam pemberitaan Anda. Artinya pemberitaan Anda mencla-mencle atau berubah-ubah “tidak bisa dipegang ekornya”. Hari ini A besok menjadi B. Tidak heran orang yang mendengarnya mengkritik atau mencari-cari kesalahan Anda.
Renungan: Biarlah kita menjadi pemberita-pemberita kebenaran yang lurus. Bila para lawan Anda ingin tutup mulut dan menjadi malu karena tidak dijumpai hal-hal yang buruk lakukanlah ketiga hal di atas. Membungkam mulut singa lebih mudah dari mulut si pengejek.
No comments:
Post a Comment