Sunday, September 27, 2015

Seorang Pendamai


Ayat bacaan : Ibrani 5:1-6; Kejadian 14:17-20 “……. Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek” (Ibrani 5:6).

Sebelum zaman Musa, jabatan imam diberikan kepada kepala rumah tangga, dalam hal ini ayah. Abraham, Ishak, dan Yakub mendirikan mezbah, menguduskan dirinya dan seluruh anggota keluarga (Kejadian 12:7, 13:18, 26:25, 33:20, 35:1-3). Tetapi pada zaman Taurat, imam ditetapkan oleh Allah. Suku Lewi adalah suku turun-temurun yang dipilih oleh Allah untuk menduduki jabatan tersebut, dan keluarga Harun, dari suku Lewi juga, menduduki jabatan imam besar. Secara singkat seorang imam bertugas sebagai mediator antara Allah dan manusia. Imam adalah seorang pendamai.

Menurut silsilah, Yesus yang dilahirkan secara daging terlahir dari suku Yehuda (Yusuf dan Maria sama-sama berasal dari suku Yehuda), tidaklah memenuhi syarat sebagai imam, sebab seorang imam haruslah berasal dari suku Lewi. Melkisedek sendiri, meskipun kemunculan dan pribadinya amat misterius dan hingga kini masih menyisakan tanda tanya, namun ia sendiri diakui sebagai raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Karena Yesus bukanlah keturunan Harun, maka penulis Ibrani - merujuk dari Mazmur 110:4 – membuktikan bahwa Yesus dapat dikatakan Imam Besar menurut peraturan Melkisedek. Melkisedek lebih unggul dari Harun, sebab Abraham sendiri tunduk kepadanya dengan memberikan persepuluhan dan ia diberkati olehnya (Kejadian 14:17-20).

Secara singkat, Yesus merupakan figur seorang imam besar yang sempurna. Imam-imam sebelumnya harus menyucikan dirinya terlebih dahulu sebelum melakukan upacara, tetapi Yesus membawa tubuh-Nya sendiri sebagai korban yang tak bercacat dan tak bercela. Saudara, kita tidak perlu takut lagi terhadap dosa. Kita tidak perlu lagi menderita karena dakwaan setan. Sebab Yesus, Imam Besar kita menjadi pendamai bagi kita. Kalau iblis menuduh Anda, ingatkan kembali kepadanya (ia memang sengaja pura-pura lupa) bahwa Yesus sudah membasuh Anda dengan darah-Nya. Kalau sudah begitu, ya jangan lagi tinggal di dalam dosa!

Renungan: Kita dibebaskan. Kita disucikan. Kita dibenarkan. Sebab Yesus menjadi Imam Besar kita. Ia selesai mengadakan pendamaian dua ribu tahun yang lalu, dan kini Ia duduk di sebelah kanan Bapa. Lengkaplah sudah pembelaan-Nya bagi Anda! Yesus mati sebagai korban, supaya Anda diselamatkan.

No comments:

Post a Comment