Ayat bacaan : Ibrani 11:7; Mazmur 9:11 “Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya.... (Ibrani 11:7).”
Ketika mendengarkan firman Tuhan, untuk sekedar percaya tidaklah terlalu sulit. Tetapi untuk melangkah taat berdasar iman, tidak semudah yang dibayangkan. Iman tanpa perbuatan adalah kosong. Supaya iman menjadi berguna dan dapat mengalahkan dunia, harus dinyatakan dalam perbuatan. Ketika kita melangkah berbuat dalam iman inilah biasanya datang yang namanya ‘tantangan iman’. Mungkin tidak terlalu sulit bagi Nuh untuk mendengarkan perintah Tuhan, tetapi hal yang tidak mudah adalah melangkah mentaati firman Tuhan. Karena apa yang difirmankan Allah akan terjadi, tidak kelihatan!
Tidak kelihatan bahwa hujan yang cukup panjang akan turun. Mungkin tidak ada mendung, tidak ada petir, tidak ada tanda-tanda banjir. Kelihatannya keadaan baik-baik saja. Tantangan iman bisa datang dari orang disekelilingnya, bisa juga dari dalam diri sendiri. Untuk apa mencari sengsara? Apa yang dikerjakan Nuh seperti sia-sia, bahkan mungkin tindakannya aneh dan seperti orang gila. Di dalam menghadapi tantangan iman semacam inilah banyak orang percaya yang tidak sanggup melakukannya. Mereka berhenti mempercayai Allah dan berhenti taat melakukan perintah Allah. Jika mendengar firman Tuhan di dalam ibadah bahwa bilur-bilur Yesus sudah menyembuhkan, tidak susah untuk berkata amin. Jika mendengar bahwa Allah mencukupi keperluan kita, Allah memegang masa depan dan rancangan-Nya sungguh baik, maka tidak sulit untuk bertepuk tangan.
Ketika mendengar janji Tuhan bahwa apa saja yang kita minta dan doakan, percaya bahwa kita telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepada kita... tidak terlalu sulit juga untuk melambaikan tangan dan berteriak amin. Yang tidak mudah adalah, jika masih sakit harus bertindak seolah-olah sudah sembuh, jika ekonomi masih kalang kabut harus mulai memberi... inilah yang sulit. Apalagi kalau ejekan dan berbagai komentar sumbang datang, tidak mudah untuk tinggal tenang dan tetap percaya. Di sinilah banyak orang gagal. Karena yang dijanjikan Tuhan tidak kelihatan, tidak bisa dirasakan oleh pancaindera. Tetapi, yang terjadi pada Nuh adalah bukti. Ketika Nuh mengambil keputusan untuk taat, sekalipun tantangan iman datang, ternyata iman Nuh tidak sia-sia.
Renungan: Bagaimana iman kita? Hanya sekedar percaya atau kita sudah bertindak berdasar apa yang kita percayai? Jangan menyerah jika tantangan iman mulai datang! Pandanglah Allah dan tetap bertindak berdasar firman Allah, pastilah harapan kita tidak sia-sia. Apa yang dijanjikan Tuhan pasti menjadi kenyataan. Iman tanpa perbuatan adalah kosong. Oleh perbuatan yang didasari iman... iman menjadi sempurna dan bermakna.
No comments:
Post a Comment