Wednesday, December 9, 2015

Diskriminasi

Ayat Bacaan : Yakobus 2:1-4; Mazmur 139:13 “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka” (Yakobus 2:1).

Kekacauan yang terjadi di Indonesia selalu diawali dengan perbedaan:  pendapat, warna kulit, ras, golongan dan perbedaan kepentingan. Banyak korban berjatuhan, kerugian material sudah tidak dapat dihitung lagi, rumah penduduk yang tidak bersalah pun menjadi sasaran amuk massa. Suatu pemandangan yang mengerikan, memilukan dan menyedihkan. Jika pihak mayoritas lebih kuat, maka akan menindas yang minoritas.  Siapa yang kuat itu yang menang. Manusia yang satu menjadi srigala bagi yang lainnya. Hukum rimba benar-benar berjalan di sela-sela azas prikemanusiaan yang sedang didengung-dengungkan.

Dibandingkan dengan kondisi di atas akan lebih menyedihkan jika diskriminasi itu ada dalam keluarga Kristen atau di dalam tubuh Kristus. Sering sadar atau tidak sadar dalam organisasi gereja masih ditemui kecenderungan seseorang peduli kepada yang lain jika sama kulitnya, jika satu hobinya, jika satu gerejanya, atau jika satu pelayanannya. Kita memang lahir dalam kondisi yang berbeda, dari rahim yang berbeda, dari keluarga yang berbeda, dari suku yang berbeda, tetapi keperbedaaan itu bukan menjadi alasan untuk membeda-bedakan. Jika dapat memilih rahim, maka banyak orang berebutan memilih rahim orang yang kaya, terkenal dan pandai, tetapi kita tidak bisa berandai-andai seperti itu, sebab Tuhan sudah menetapkannya (Mazmur 139:13).

Tuhan mengajar kita untuk menerima keberadaan orang lain, menerima orang lain apa adanya, sehingga melayani pun tidak memilih-milih.  Masih ada kasus di mana orang yang kaya dilayani lebih baik daripada yang miskin, yang kaya dilayani lebih spesial daripada yang miskin.Yakobus 2:2, 3 mengatakan, “Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat  tumpuan kakiku!"

Padahal kepada seorang tuan firman Tuhan menyatakan, “Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka”   (Efesus 6:9).

Renungan: Muka kita memang sangat berbeda, satu dari kita walau saudara sekandung tidak ada yang benar-benar sama baik wajah maupun karakternya. Keperbedaan itu menunjukkan akan kemahakuasaan Allah kita. Orang yang beriman adalah orang yang dapat menerima keberadaan orang lain siapapun orang itu tanpa memandang  muka.  Pedulikan sesamamu dan berkatilah.

No comments:

Post a Comment