Ayat Bacaan : Yakobus 2:5-8; Ulangan 6:5 “Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia“ (Yakobus 2:5)?
Dunia saat ini banyak dipenuhi dengan virus humanisme yang berjalan beriringan dengan sekulerisme, yaitu segala sesuatu dikerjakan hanya untuk kepentingan manusia, segala sesuatu dikerjakan hanya untuk mementingkan diri sendiri. Beribadah memang dilakukan, menyembah Tuhan sepertinya memang dikerjakan, memberi persembahan pun tidak ketinggalan, tetapi jika semua itu dikerjakan hanya untuk mendapat popularitas rohani di hadapan manusia tanpa didasari kasih kepada Allah, maka semuanya itu sia-sia. Rasul Yakobus pun sedang mengingatkan jemaat yang tinggal “di tengah dunia yang sedang tercemar” untuk tidak terpengaruh dengan virus humanisme.
Ayat di atas didahului dengan kata “dengarkanlah” maksudnya perhatikan dengan seksama, yaitu untuk mengingatkan kepada jemaat supaya benar-benar memperhatikan firman Tuhan. Diingatkan bahwa Allah memperhatikan orang yang dianggap miskin oleh dunia. Konsep dan prinsip dunia sekuler sangat jauh berbeda dengan firman Tuhan. Konsep dunia melihat dengan apa yang dilihat oleh manusia, diukur menurut ukuran manusia, baik menurut manusia, menguntungkan menurut manusia, benar menurut ukuran manusia, dan ini merupakan bentuk virus humanisme. Tetapi prinsip Allah adalah benar menurut pandangan Allah dan tidak bisa diganggu-gugat. Benturan antara prinsip Allah dan dunia pasti terjadi dan harus terjadi. Karena Allah tidak kompromi dengan kebenaran manusia. Allah mau kita berpegang kepada kebenaran-Nya.
Biarlah ibadah kita tetap murni, jangan menjadi sombong karena diberkati dan merasa puas menurut perasaan kita sendiri bahwa kita sudah melakukan semua ibadah menurut ukuran kita, untuk kemudian memandang rendah orang lain apalagi tidak menghargainya. Menghina orang miskin, menganggap rendah orang miskin yang justru menunjukkan kemiskinan kita dihadapan Allah. Memberi sesuatu hanya supaya dianggap saleh.
Firman diatas meluruskan pertumbuhan rohani kita supaya tumbuh lebih baik dari sebelumnya. Allah mau kita menjadi peduli kepada sesama kita dan tidak menjadi seperti orang farisi dan imam-imam munafik seperti yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus dalam Lukas 10:30-32.
Renungan: Orang yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh akan nampak di dalam kasihnya kepada sesama, terlebih lagi kepada saudara seiman (lih. Galatia 6:10). Jangan menjadi sombong! Kasihilah Tuhan dan sesamamu lebih dari sebelumnya. Sudahkah saudara mengasihi Tuhan dan sesama hari ini?
No comments:
Post a Comment