Tuesday, February 2, 2016

Tetap Tekun Menyampaikan Kesaksian Injil

Ayat Bacaan : II Timotius4: 1-18


Saat ini kita belajar dari seorang rasul besar dalam Perjanjian Baru: Paulus. Dia adalah seorang yang tekun melaksanakan misi Tuhan Yesus yang merupakan panggilan hidupnya. Sejak ditangkap Tuhan dijalan menuju Damsyik, rasul dari Tarsus itu aktif memberitakan kabar sukacita tentang keselamatan di dalam Yesus ke manapun ia menginjakkan kaki. 

Bagaimanakah profil seorang yang tekun melaksanakan misi Yesus? Tetap tekun meskipun pembertitaannya tak didengar (3-4). Latar belakang pelayanan Paulus hampir mirip dengan Yehezkiel ataupun Yeremia. Diutus kepada sebuah bangsa yang sudah tegar tengkuk, keras kepala dan tak mau mendengar kebenaran. 

Paulus mengalami hal yang sama bahwa orang-orang telah menyendengkan telinga pada ajaran palsu. Tetapi keadaan ini tidak membuat Paulus berhenti bersaksi. Ia tetap melaksanakan tugas hingga ajal menjemput. Pernahkah Anda memiliki pengalaman bersaksi tentang Yesus, lalu tidak didengar/diacuhkan? Ceritakanlah! Tetap tekun meski menghadapi maut (6-8) Saat Paulus menulis Surat 2 Timotius, ia sedang menunggu eksekusi mati atas dirinya. Tetapi bahkan kematianpun tidak menghentikan ketekunannya memberitakan Injil. Ia masih rajin menuliskan surat dari dalam penjara. 

Ia juga menggunakan kesempatan itu untuk menginjili orang-orang yang ada di dalam penjara. Algojo-algojo yang terbayang di depan mata bukanlah alasan baginya untuk menghentikan kesaksian. Bagaimana pengalaman Anda dalam memberitakan kebenaran ? Tetap tekun meski sendirian (10, 14)Tak banyak yang bisa diharapkan dari rekan-rekan seperjuangan dalam kondisi seperti Paulus. 

Beberapa orang bahkan sengaja meninggalkannya dan berusaha berbuat jahat kepadanya. Lagi-lagi, hal ini bukanlah alasan Paulus untuk berhenti tekun. Ia tetap saja berusaha, meskipun didera kesendirian, untuk membangkitan orang-orang yang masih setia di jalan kebenaran. Apakah Anda punya pengalaman ‘ditinggalkan sendirian’ dalam pelayanan?

No comments:

Post a Comment