Ayat Bacaan : 1 Yohanes 2:12-14; Kejadian 5:24 “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat” (1 Yohanes 2:14).
Ayat ini membawa 2 pesan penting yang akan menjadi bahan perenungan kita:
Pertama, kenalilah Bapa. Seberapa dalam pengenalan kita akan bapa kita itu tergantung dari seberapa akrab kita bergaul karib dengan Allah. Kita tidak akan dapat mengenal Allah hanya melalui ibadah rutin saja, tetapi yang penting lagi adalah bersekutu dengan Dia setiap hari. Ada orang Kristen yang tidak pernah bergaul karib dengan Tuhan, tetapi meminta kepada Allah agar ia dapat mengenalnya lebih dalam. Bagaimana mungkin kita dapat mengenal Allah tanpa melalui persekutuan yang akrab? Ingatlah bahwa Tuhan memberikan firman-Nya dan waktu-waktu luang kita agar kita dapat bersekutu dengan Dia. Dan orang yang bergaul karib dengan Tuhan akan mempunyai risiko. Apa risikonya? Bacalah Kejadian 5:24, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.”
Setiap orang yang bergaul karib dengan Allah suatu saat akan menerima kenyataan bahwa dia diangkat ke surga. Allah mau lebih intim lagi bergaul dengan Henokh, maka Dia membawanya ke kediaman-Nya. Oh betapa indahnya bila kita semakin akrab bersekutu dengan Allah.
Kedua, kuat di dalam Dia. Bagaimana menjadi kuat di dalam Dia? Menerima firman Tuhan dan membiarkannya tertanam dalam roh kita, supaya ia bertumbuh dan berbuah di dalam hati kita. Yesus pernah berbicara mengenai perumpamaan seorang penabur dalam Matius 13:1-23. Benih yang jatuh di pinggir jalan, tanah berbatuan, dan semak belukar, tidak menghasilkan apa-apa. Orang Kristen model seperti ini tidak pernah menjadi kuat. Kuat sebentar lalu lemah. Timbul sebentar lalu tenggelam. Nongol sebentar di ibadah gereja lalu murtad lagi. Tetapi yang menerima firman itu dan benih itu tertanam di tanah yang baik, maka hidupnya akan menghasilkan buah. Tidak peduli masalah datang, tidak peduli persoalan melanda, tidak peduli badai menghantam, ia tetap kokoh di dalam Tuhan, sebab ia menjadi kuat di dalam Dia.
Renungan: Mengenal Allah dan menjadi kuat di dalam Dia adalah kunci untuk menjadi umat Tuhan yang berkemenangan. Dan kalau semua gereja Tuhan seperti ini, tidak akan ada lagi berita mengenai mundurnya anak-anak Allah karena mengikuti dunia ini. Manusia yang diperlengkapi kekuatan Allah akan dapat mengalahkan siapa dan apa saja.
No comments:
Post a Comment