Thursday, April 7, 2016

Menghadapi Para Pengejek

Ayat Bacaan : Yudas 1:17-19; Yeremia 5:31 “Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka” (Yudas 1:17).

Punya pengalaman diejek oleh teman Anda? Misalnya Anda terlalu pendek, atau ada ciri tertentu dari diri Anda yang dapat menjadi bahan ejekan. Menyakitkan, bukan? Alkitab berbicara mengenai para pengejek yang tidak segan-segan mengejek orang benar dan mencemooh mereka. Kita memang terbiasa diejek, tetapi ejekan para pengejek ini akan semakin tinggi intensitasnya dan amat menjatuhkan mental anak-anak Tuhan. Ciri-ciri mereka disebutkan:

Pertama, mereka hidup di dalam hawa nafsu. Hidup mengumbar hawa nafsu sudah terbiasa bagi mereka, sebab mereka mempunyai prinsip bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan membawa mereka ke dalam penghukuman Allah. Mereka tidak percaya akan hal itu. Mereka menertawakan orang-orang Kristen yang berusaha hidup dengan kudus. Saya terbiasa mendengar olokan seperti ini, “Ah, sudahlah jangan terlalu suci. Nikmati apa yang ada di dunia ini, tobatnya nanti!” Dan memang semua yang ditawarkan dunia ini adalah kenikmatan, tetapi membawa bencana di kemudian hari. Apa yang enak-enak itu dapat mencelakakan. Daging kita maunya selalu dipuaskan.

Kedua, mereka menjadi penyebab dari perpecahan. Anda terbiasa mendengar gereja pecah? Mungkin jawabannya “ya”. Tetapi para pengejek memang sengaja memecah gereja Tuhan dan memecah belah mereka. Jadi bukan sekedar karena beda pendapat dengan pendetanya atau para penatuanya. Tujuannya jelas, supaya jemaat Tuhan saling membunuh dan menghancurkan. Ini mengingatkan kita akan politik “devide et empera” (politik mengadu domba) yang terkenal di masa kolonial Belanda. Gereja yang mudah pecah lalu timbul banyak aliran itu bukanlah berita kemajuan, tetapi kemunduran. Yesus sendiri memberikan sinyalemen mengenai hal ini bahwa tubuh-Nya itu harus satu seperti Dia dan Bapa adalah satu.

Ejekan yang paling santer pada akhir zaman adalah mengenai kedatangan Tuhan. Yesus memang berkata bahwa Dia pasti datang, tetapi “keterlambatan” mengenai kedatangan-Nya ini dimanfaatkan oleh para pengejek untuk menjatuhkan orang Kristen. Mereka tidak tahu bahwa Yesus sedang dan pasti datang!

Renungan: Jangan putus asa mengiring Tuhan. Jangan kecewa kalau Ia sepertinya terlambat datang kembali ke dunia ini. Nantikanlah dengan tekun sebab Dia pasti memberikan pahala kepada mereka yang bertahan dan bersabar. Anggaplah kata-kata pengejek sebagai bumbu pedas supaya iman kita semakin diteguhkan.

No comments:

Post a Comment