Ayat Bacaan : Yudas 1:14-16; Bilangan 11:1 “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan” (Yudas 1:16).
Orang fasik mempunyai ciri-ciri tertentu. Beberapa di antaranya adalah suka menggerutu, suka mengeluh tentang nasibnya, hidup menurut hawa nafsunya, dan menjilat orang untuk meraih keuntungan.
Menggerutu. Coba Anda hitung berapa kali Anda mengeluh dan menggerutu hari ini? Nasib yang kurang baik, nasib yang jelek, nasib yang tidak cerah, dan lain sebagainya adalah omelan yang biasa mengalir deras dari bibir kita. Sebenarnya kalau mau jujur, nasib Anda masih lebih baik dari orang lain. Anda setidaknya masih bisa tidur beralaskan kasur, Anda masih mempunyai televisi meskipun mungkin cuma 14 inchi, Anda juga masih memiliki sepeda motor meskipun usianya bisa dibilang agak uzur. Bandingkan dengan mereka yang hidup jauh lebih buruk dari kondisi Anda. Toh meskipun demikian Anda merasa diperlakukan tidak adil, atau lebih buruk lagi Anda merasa Tuhan tidak peduli dengan Anda. Jadi tidak heran bila kalimat yang keluar dari bibir Anda setiap hari adalah omelan dan gerutuan.
Bangsa Israel pernah menggerutu dan itu menyebalkan hati Tuhan, sebab mereka tidak pernah puas dengan apa yang ada. Alkitab berkata, “Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan” (Bilangan 11:1).
Saudara, jangan pernah mengeluh akan nasib Anda! Allah sebenarnya tidak pernah memberikan nasib yang buruk kepada anak-anak-Nya, sebab Dia sendiri berkata bahwa masa depan cerah adalah milik umat Allah (Yeremia 29:11). Masalahnya, Anda tidak pernah memandang hidup Anda dengan kacamata iman. Anda sudah terlebih dahulu memberikan penilaian dini bahwa Allah tidak mempedulikan hidup Anda. Bagaimana mungkin Allah tidak peduli dengan Anda? Kalau Yesus, Anak-Nya sendiri dikorbankan untuk Anda, masakan Ia tidak memberikan hal-hal “sepele” lainnya?
Kalau nasib Anda belum berubah dan Anda merasa Anda selalu sial terus, berarti Anda belum mengucap syukur. Setiap hari Anda menggerutu dan itu akan semakin memperburuk keadaan Anda. Ayo, belajarlah mengucap syukur meskipun keadaan Anda masih buruk, dan nantikanlah karya Allah dinyatakan dalam hidup Anda.
Renungan: Allah tidak suka orang yang menggerutu dan menyesali nasibnya. Inilah yang menjadi penyebab mengapa berkat Allah belum mengalir dalam hidup Anda. Belajarlah mengucap syukur dalam segala hal mulai saat ini. Jika ada 1001 alasan untuk menggerutu, mengapa tidak ada satu pun alasan untuk mengucap syukur?
No comments:
Post a Comment