Tuesday, April 5, 2016

Trio Penyesatan

Ayat Bacaan : Yudas 1:11-13; Yeremia 2:8 “Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah” (Yudas 1:11).

Tiga penyesatan yang menjadi ciri khas guru-guru palsu diungkapkan oleh Yudas. Saya yakin bila guru-guru palsu itu mempunyai ketiga ciri yang telah disebutkan di atas. Tetapi dari ketiga ciri kesesatan ini apakah tidak ada ciri yang ada dalam hidup kita? Marilah kita melihat satu-persatu ciri-ciri ini:

Pertama, mengikuti jalan yang ditempuh Kain. Apa yang telah dilakukan Kain jelas sekali bahwa hatinya dipenuhi dengan iri hati dan cemburu, dan akibatnya matanya menjadi gelap lalu membunuh saudara kandungnya sendiri. Iri hati dapat menghancurkan hidup manusia. Siapa yang tinggal di dalam iri hati berarti setapak lagi ia menuju pembunuhan. Iri hati ini merupakan alat yang ampuh bagi iblis untuk menghancurkan manusia. Bahkan seorang sahabat karib dapat menikam dari belakang bila ia dikuasai oleh iri hati.

Kedua, menceburkan diri dalam kesesatan Bileam. Bileam disebutkan dengan juru tenung (Yosua 13:22) atau seorang yang mempunyai kemampuan memberkati dan mengutuki atau keahlian untuk bernubuat. Karena “ampuh”, maka Balak, raja Moab memintanya –dengan imbalan tentunya– supaya ia mengutuki bangsa Israel. Tetapi Allah campur tangan dan mencegahnya. Allah memakai seekor keledai untuk memberikan pengertian kepada Bileam. Bileam merupakan gambaran orang-orang yang mendapatkan talenta dan kemampuan untuk keuntungan sendiri. Ciri utamanya adalah tamak. Apa saja akan dilakukannya asal pundi-pundi uangnya semakin tebal. Kalau ada orang Kristen atau hamba Tuhan yang hanya memikirkan keuntungan, maka mereka tidak ada ubahnya dengan Bileam.

Ketiga, durhaka seperti Korah. Siapakah Korah? Dia adalah sepupu Musa dan Harun. Karena iri hati juga - sebab melihat kedudukan imam besar diberikan kepada Harun dan keturunannya - maka ia tidak sekedar menyimpan iri hati itu, tetapi meluapkannya dengan mengajak Datan dan Abiram untuk melakukan pemberontakan. Apabila Anda melakukan pemberontakan terhadap pemimpin yang telah Allah tetapkan, itu berarti melukai hati Allah. Kalau toh seandainya pemimpin Anda berbuat salah, tetap saja Anda tidak boleh menghakimi, atau Allah akan berurusan dengan Anda.

Renungan: Janganlah ada roh Kain, Bileam, maupun Korah dalam hidup kita. Anda memang bukan guru palsu, tetapi tidak menutup kemungkinan roh-roh di atas dapat menguasai Anda, meskipun dalam kadar yang berbeda-beda. Penyesatan selalu ada, tetapi orang benar yang mengerti akan mewaspadainya.

No comments:

Post a Comment