Ayat Bacaan : 1 Tawarikh 8; Kolose 1:27
“Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin”
(1 Tawarikh 8:40).
Masih ingatkah tentang perkataan berkat Yakub [yang bersifat nubuatan] yang dikatakan kepada kedua belas anak-anaknya sebelum dia meninggal dunia, di mana salah satunya adalah Benyamin? “Benyamin adalah seperti serigala yang menerkam; pada waktu pagi ia memakan mangsanya dan pada waktu petang ia membagi-bagi rampasannya." (Kejadian 49:27). Dan perkataan tersebut akhirnya digenapi bahwa keturunan Benyamin adalah “…orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah…”
Dari artinya saja Benyamin adalah The son of the right hand – anak tangan kanan - sehingga tidak heran bila keturunannya adalah orang-orang yang piawai menggunakan alat-alat perang. Dan raja Israel pertama juga berasal dari suku Benyamin yang bernama Saul meskipun Saul akhirnya ditolak Tuhan.
Bagaimana dengan keturunan kita? Mungkin kita yang sekarang sedang membaca renungan ini berpikir ‘nenek moyangku amburadul, pastilah kuturunanku juga amburadul.’ Atau mungkin kita juga berpikir bahwa keturunan kita sebelumnya tidak terlalu baik bila dibandingkan dengan orang lain kelihatannya. Memang di luar Kristus semua keturunan kita baik sebelum dan sesudah kita tidak ada yang baik dan semuanya ada di dalam kutuk. Tetapi perlu kita ingat bahwa detik kita percaya kepada Yesus serta dilahirkan kembali detik itu juga “…tidak ada penghukuman [kutuk] bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
Kita tidak perlu lagi menelusuri nenek moyang kita siapa, yang terpenting sekarang adalah jembatan masa lalu kita sudah diputus di dalam Nama Yesus. Sekarang kita secara rohani adalah Bani Yesus. Dan kita terhisab menjadi keturunan Abraham secara iman karena Kristus sebab Abraham adalah bapa orang beriman.Maka semua keturunan kita adalah orang beriman, keturunan yang lebih dari pemenang. Di dalam Kristus kita dan saya memiliki harapan memiliki keturunan yang unggul. Mengapa? Sebab “Kristus ada di tengah-tengah [di dalam] kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kolose 1:27).
Renungan:
Dimulai dari Andalah bagaimana keturunan yang akan keluar dari Anda nantinya. Jangan pernah percaya kepada takdir yang tidak sesuai dengan rencana Allah. Takdir Anda selalu baik sebab Allah tidak pernah merancang kecelakaan bagi kita melainkan rancangan yang penuh harapan dan damai sejahtera.
Siapapun kita, dari manapun kita berasal bukanlah penentu hidup kita. Hanya percaya Yesus saja yang menentukan segalanya.
No comments:
Post a Comment