Ayat Bacaan : 1 Tawarikh 7; Roma 8:15
“Sesudah itu ia bersetubuh dengan isterinya, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamainya Beria, sebab malapetaka telah menimpa keluarganya”
(1 Tawarikh 7:23).
Peristiwa tragis terjadi dalam keluarga Efraim. Penyebabnya? Beberapa anak Efraim dibunuh oleh orang-orang Gat sebab anak-anak Efraim merampas ternak mereka. Cerita kriminal ini menyisakan duka yang begitu dalam di hati ayahnya, Efraim. Tetapi sang ayah tidak dapat berbuat apa-apa sebab kesalahan terletak pada anak-anaknya. Mungkin ia merasa bersalah karena tidak dapat mencegah pembunuhan tersebut, atau ia marah kepada orang-orang Gat tersebut. Tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menyesali kejadian tersebut.
Bila kita ditimpa malapetaka seperti Efraim, kita juga akan tenggelam dalam duka yang amat dalam. Namun syukurlah Efraim tidak melakukan pembalasan dendam yang hanya akan menambah derita panjang.
Lihatlah bagaimana Allah datang sebagai Penghibur dan dia memberikan anak laki-laki lagi kepadanya, dan Efraim menamainya Beria, yang artinya “tragedi”. Tetapi Fausset’s Bible Dictionary juga mengartikan nama itu dengan “hadiah.” Saya senang dengan arti yang terakhir ini sebab di tengah keputusasaan Allah memberikan hadiah kepada Efraim.
Ini pelajaran penting bagi kita semua. Ketika malapetaka datang menimpa dan kita tenggelam dalam jurang kesedihan yang sepertinya tidak ada orang yang sanggup memberikan penghiburan, maka Allah akan datang sebagai Penghibur. Dia adalah Bapa bagi kita. Dan di dalam Dia kita melihat arti seorang Bapa yang sebenarnya.
Allah kita adalah Bapa yang hebat. Dia tidak lalai melakukan tanggung jawab-Nya sebagai Bapa yang baik. Banyak pujangga Kristen yang menuliskan lagu tentang Bapa yang baik, dan memang demikianlah faktanya bahwa Dia adalah Bapa yang baik.
Dari setiap keyakinan di muka bumi ini, hanya Yesus yang mengajarkan konsep bahwa Allah itu adalah Bapa kita. Doktrin ini jelas dianggap aneh oleh orang Yahudi pada zaman itu, apalagi Yesus berkata bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Tetapi sesungguhnya Allah itu adalah Bapa kita.
Renungan:
Allah adalah Bapa yang baik. Dialah yang akan memberikan penghiburan kepada kita saat kita dirundung malapetaka. Kita sebagai anak Allah berhak atas penghiburan dari Allah.
Allah adalah Bapa yang terbaik.
No comments:
Post a Comment