Wednesday, August 17, 2016

Kebanggan Yang Tidak Sia - Sia

Ayat Bacaan : Kejadian 25:7-11; Ibrani 9:27 “Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya” (Kejadian 25:7, 8).

Yang ini patut tidak ditiru. Memang maksudnya untuk memecahkan rekor, namun rekor yang dipecahkan mungkin akan membuat orang menggeleng-gelengkan kepalanya. Rekor apa yang akan dipecahkan? Mempunyai 100 anak! Dan itu akan dipecahkan oleh seorang pria Uni Emirat Arab yang dikenal dengan panggilan ‘Dad’.  Dia memang terobsesi untuk mencantumkan namanya dalam Guinness Book of World Records. Saat berita yang saya baca di sebuah koran tanggal 16 Juni 2003 tersebut, dia berusia 63 tahun dan “cuma” punya 63 anak. Demi mencapai rekor tersebut belum lama ini ia menikah untuk yang ke-12 kalinya dengan seorang gadis berusia 18 tahun.

Setiap orang mempunyai ambisi sendiri-sendiri demi mengejar sesuatu yang menjadi kebanggaan. Bagi orang tersebut di atas, mengukir namanya di Guinness Book of World Records dengan mempunyai 100 anak adalah kebanggaannya. Tetapi apakah itu merupakan tujuan hidup yang mulia? Apakah itu menjadi kebanggaan Allah?

Saya yakin bahwa kematian Abraham di usia senja menorehkan kebanggaan yang tidak akan sia-sia. Ia adalah sahabat Allah yang dari padanya kelak Mesias akan diturunkan. Dia berhasil melakukan tugas yang Allah berikan dan segala firman yang disampaikan Allah ia lakukan dengan tepat. Dan ketika mata terpejam untuk meninggalkan kemah tubuhnya itu ia berangkat menuju kediaman abadi bersama dengan Tuhannya.

Hidup Anda dapat Anda isi untuk perkara-perkara buruk atau baik. Itu tergantung Anda. Ada orang yang sampai akhir hidupnya memperhambakan untuk hal-hal yang tidak berguna.

Mari pikirkan sekali lagi akan hidup Anda. Tuhan memberikan nyawa kepada Anda cuma satu dan itu berarti Anda harus menggunakannya dengan baik. Anda bisa memakai hidup Anda untuk apa saja. Tetapi ingatlah bahwa kesempatan hidup Anda itu cuma sekali setelah itu datang penghakiman, seperti Alkitab katakan, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Renungan: Jangan menyesal di kemudian hari setelah Anda mengetahui bahwa hidup Anda digunakan untuk perkara yang sia-sia. Mulai sekarang layanilah Tuhan dan lakukanlah yang baik supaya nama Allah kita dipermuliakan.

Sehari melayani Tuhan lebih berarti dari pada 1000 tahun melayani iblis.

No comments:

Post a Comment