Ayat Bacaan : Yosua 9:1-27; Ibrani 13:3
“Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan Tuhan”
(Yosua 9:14).
Cerita cara menjatuhkan monyet dari sebuah pohon, mungkin Anda sudah tahu. Tetapi alangkah baiknya kalau Anda membaca lagi cerita tersebut.
Alkisah angin barat dan angin timur beradu kekuatan. Mereka saling menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa dirinya yang paling kuat. Saat itu tampaklah di sebuah pohon seekor monyet sedang bergelantungan. Angin barat berkata, “Baiklah kita beradu kekuatan untuk menentukan siapa yang paling kuat di antara kita. Barangsiapa berhasil menjatuhkan monyet itu, dialah yang menang.”
Angin barat mendapatkan giliran terlebih dahulu. Ia menghembuskan angin dengan kuat kepada pohon itu, namun monyet itu memeluk dahan erat-erat. Semakin kuat ia berhembus, semakin kuat pula monyet tersebut memeluk dahan itu, dan monyet tersebut tidak jatuh. Angin barat terengah-engah dan ia menyerah.
Sekarang giliran angin timur. Dia tidak menghembuskan ke arah monyet itu dengan kuat, hanya perlahan-lahan alias sepoi-sepoi. Dengan sabar ia menghembuskan sepoi-sepoi sampai mata monyet itu menjadi berat lalu mengantuk. Dan Anda pasti tahu kelanjutan cerita ini. Monyet tersebut tertidur lalu jatuh dari pohon. Angin timur menang!
Itulah yang terjadi dengan Yosua dan orang Israel. Mereka baru saja mengalami kemenangan gemilang dan seluruh musuh menjadi takut, termasuk orang Gibeon. Justru di sinilah terjadi muslihat yang akan memaksa orang Israel harus merelakan hidup berdampingan dengan musuh di tanah Kanaan. Padahal Tuhan memerintahkan Israel untuk memusnahkan bangsa-bangsa yang tinggal di Kanaan. Tetapi Gibeon menggunakan muslihat dengan cara berpura-pura menjadi musafir yang mengenaskan. Mereka berhasil memaksa bangsa Israel untuk mengadakan perjanjian supaya mereka tidak dibinasakan. Dan itulah yang terjadi.
Kalau orang Kristen disodori dosa yang berbau busuk, mereka pasti menolak. Tetapi kalau disodori roti lezat yang dalamnya ditaburi racun, kayaknya sulit untuk ditolak. Itulah strategi iblis! Gereja mengalami peperangan yang sebenarnya sudah dimenangkan melalui Yesus, namun celakanya tipuan-tipuan iblis masih ampuh. Kita sering melakukan kompromi-kompromi kecil sampai malapetaka besar datang.
Renungan:
Adakah Gibeon di dalam hati kita? Masihkah Anda mencoba membungkus dosa di dalam kemasan yang mewah? Itulah Gibeon yang harus dimusnahkan.
Iblis adalah ahli tipu daya.
No comments:
Post a Comment