Thursday, June 15, 2017

Mezbah Dalam Keluarga

Ayat Bacaan : Yosua 8:30-35; 1 Timotius 6:11
“Pada waktu itulah Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi  TUHAN, Allah Israel….. Di atasnyalah mereka  mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan  korban keselamatan” 
(Yosua 8:30-31).

Setelah menerima janji Tuhan, setelah menerima berkat dari Tuhan, setelah mendapat pertolongan Tuhan jangan lupa mempermuliakan nama-Nya dan memberikan korban ucapan syukur kepada-Nya. Sebagai tanda ucapan syukur atas kasih karunia Tuhan, Yosua mengambil komitmen bersama seluruh bangsa Israel untuk mendirikan mezbah bagi Tuhan. Mezbah ini perlu dibangun supaya umat pilihan-Nya hidup di dalam berkat-Nya. Mezbah adalah sebuah sarana untuk bertemu Tuhan dan penghargaan terhadap takhta kemuliaan Tuhan. Membangun mezbah berarti membangun hubungan dengan Tuhan, mengagungkan Tuhan dan memuliakan-Nya. Tuhan ada di tengah-tengah umat-Nya.

Mezbah dibuat supaya kita jangan jatuh ke dalam dosa lagi. Karena itu saat mendirikan mezbah, Yosua menuliskan salinan hukum Musa (ayat 32). Seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para pengatur pasukannya dan para hakimnya berdiri sebelah-menyebelah tabut, berhadapan dengan para imam yang memang suku Lewi, para pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, baik pendatang maupun anak negeri, setengahnya menghadap ke gunung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap ke gunung Ebal, seperti yang dahulu diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN, apabila orang memberkati bangsa Israel. Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat,   berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum. Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta (Yosua 8:33).

Sama seperti keluarga besar umat pilihan Tuhan pada masa Yosua, Allah mau ada mezbah yang didirikan di dalam keluarga kita masing-masing. Sehingga di dalam rumah kita ada doa, ada firman yang dibaca, ada pujian dan penyembahan yang dinaikkan oleh suami istri dan anak-anak. Betapa indah dan damainya sebuah keluarga apabila mendirikan mezbah bagi Tuhan. Belum ada kata terlambat untuk mendirikan mezbah di dalam keluarga, ambil waktu sekitar 30 sampai 60 menit bersama keluarga.

Renungan:
Tuhan telah menjadikan kita sebagai milik yang disayangi-Nya. Bangunlah hubungan yang intim dengan-Nya sebagaimana 1 Timotius 6:11 katakan: “........  kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.”

Dirikanlah mezbah dalam keluarga bagi hormat dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.

No comments:

Post a Comment