Saturday, June 17, 2017

Perang Yang Sesungguhnya

Ayat Bacaan : Yosua 10:1-43; 1 Timotius 6:12
“Semua raja ini dan negeri mereka telah dikalahkan Yosua sekaligus, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN, Allah Israel” 
(Yosua 10:42).

Hidup adalah perang. Setiap orang terlibat di dalamnya dan sebagian ada yang menang, dan tidak sedikit yang menyerah dan akhirnya terjerembab ke tanah dalam keadaan tewas.

Kita tidak bisa menghindari peperangan, sebagaimana bangsa Israel juga tidak bisa menghindari perang melawan penduduk Kanaan. Mau atau tidak, suka atau tidak, dan siap atau tidak, musuh sedang berada dalam daerah teritorial Anda.

Efesus pasal enam berbicara tentang perlengkapan rohani. Tetapi ingatlah perang di sini bukan perang melawan iblis, sebab dia sudah dikalahkan oleh Yesus. Perang yang harus kita lakukan adalah seperti yang dikatakan Paulus kepada Timotius, “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar (bhs. Ing.: Fight the good fight of the faith ) dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi” (1 Timotius 6:12). Pengakuan kita akan iman kita akan terus menghadapi tantangan dan perjuangan. Pada akhir hidup Paulus, ketika berada di dalam penjara, Paulus menulis surat kepada Timotius, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman (bhs. Ing.: I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith)” (2 Timotius 4:7).

Kata “pertandingan” di sini kurang tegas untuk menjelaskan arti yang sebenarnya. Seharusnya dipakai kata “fight” (perang, tempur, berkelahi). Jadi ketika  kita bertahan di dalam iman, itulah perang. Ketika kita mencoba menepis godaan yang disodorkan dunia, kita berperang. Ketika nafsu memuncak dan kita mencoba melawannya itulah perang. Dan ketika kita dianiaya dan kita mempertahankan iman kita, itulah perang. Tetapi kita tahu bahwa Allah bersama dengan kita. Yang penting adalah melekatkan diri kita dengan Allah supaya kita menjadi manusia yang tangguh.

Tidak semudah membalikkan telapak tangan ketika Yosua dan rakyatnya bermaksud memasuki tanah Kanaan. Mengapa Tuhan tidak mengirimkan api belerang terlebih dahulu sebelum mereka memasuki tanah Kanaan? Sebab itulah perang yang harus dimenangkan!

Renungan:
Perang harus dimenangkan dan kita ditentukan untuk menjadi orang yang menang. Allah akan berperang bagi kita.

Bila Anda menjamin Allah untuk tetap setia, maka kemenangan adalah jaminan Allah kepada Anda.

No comments:

Post a Comment