Monday, June 12, 2017

Janji-Nya Tergenapi

Ayat Bacaan : Yosua 6:1-27; Yakobus 1:22
“Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke  tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.  Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus  mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya .....”.
(Yosua 6:2-3).

Ketika kita setia hidup di dalam janji Allah maka cepat atau lambat janji-Nya pasti akan digenapi di dalam hidup kita.  Hal  ini dialami oleh Yosua dan bangsa Israel, setelah berputar-putar 40 tahun lamanya di padang gurun akhirnya Tuhan meneguhkan umat pilihan-Nya bahwa  Ia segera menyerahkan tanah perjanjian kepada mereka.  Sehingga Ia berfirman kepada Yosua: “Berfirmanlah TUHAN: "Ketahuilah, Aku serahkan ke  tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa”  (ayat 2). 

Saat Tuhan berkata demikian Yosua meresponinya dengan iman dan mengaminkan perkataan Tuhan dan ketika Tuhan berkata: “Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus   mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya.....”(ayat 3), maka ia bersegera mengumpulkan seluruh umat dan melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Termasuk formasi barisan saat mengelilingi tembok Yerikho. Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut  TUHAN." Dan kepada bangsa itu dikatakannya: "Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN" (Yosua 6:6-7).

Kita diajar Tuhan bukan hanya mengamini setiap firman yang disampaikan-Nya, tetapi hal yang lebih penting adalah kita menjadi pelaku firman dan bertindak sesuai dengan firman-Nya. Bertindaknyapun bukan santai-santai atau bahkan menunda tetapi bersegera melakukannya. Seringkali janji Tuhan tidak tergenapi di dalam hidup kita bukan karena Allah tidak mau menggenapinya namun kita sendirilah yang menundanya. 

Yosua dalam melaksanakan rencana Allah tidaklah sendirian, tetapi ia bersama-sama dengan umat pilihan yang lainnya. Ia bekerja sama dengan orang percaya lainnya. Kerja sama itu penting sekali, supaya nantinya jangan ada yang meninggikan diri. Kalau kita rindu di dalam keluarga kita janji Allah tergenapi, maka harus ada kerjasama. Suami istri, orang tua dan anak-anak harus bergandengan tangan di dalam menghadapi tantangan hidup. Jika suami tidak rukun dengan istrinya hal itu  bisa menghalangi berkat Tuhan, sebagaimana dinasehatkan di dalam 1 Petrus 3:7, “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.”

Renungan:
Kalau rindu janji-Nya tergenapi hendaklah saudara menjadi pelaku firman dan bukan hanya  pendengar saja; sebab jika tidak demikian kita menipu diri  sendiri (Yakobus 1:22).

Cepat atau lambat janji-Nya pasti akan digenapi.

No comments:

Post a Comment