Sunday, June 11, 2017

Hidup Dalam Janji Allah

Ayat Bacaan : Yosua 5:13-15; Ibrani 10:16
“Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang  terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?" 
(Yosua 5:13).

Kita adalah umat pilihan yang hidup di dalam Perjanjian Allah sebagaimana tertulis di dalam 1 Petrus 2:9:  “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa   yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu   memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang  telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” 

Allah mau kita hidup di dalam janji-Nya terus menerus setiap saat, baik atau tidak baik keadaan di sekeliling kita, orang percaya harus tetap hidup di dalam janji Allah.

Bagaimana sikap kita sebagai orang yang hidup di dalam janji Allah?

Pertama, fokus kepada firman Allah, maksudnya seluruh aktivitas hidup kita dalam kontrol firman Allah, baik perkataan maupun perbuatan kita, entah pada waktu kita bekerja atau beristirahat. Allah mau semua yang benar, semua yang   mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, ada di dalam hati dan pikiran kita (Filipi 4:8).     

Kedua, adalah bersikap waspada, artinya menjaga hati dan pikiran kita yaitu tidak membiarkan kuasa jahat mempengaruhi hati dan pikiran kita. Sama seperti Yosua, ia waspada sehingga ketika ada yang datang ia tahu, sehingga ia bertanya "Kawankah engkau atau lawan?" (Yosua 5:13). Ketika malaikat itu menjawab: Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN (ayat 14).   Segera setelah mendengar hal itu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, ia memberikan penghormatan. Tetapi sebaliknya jika yang datang lawan pastilah Yosua akan bertindak melawannya.

Ketiga, hidup kudus, setelah sujud menyembah, Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri  itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian (ayat 15). Hidup kudus adalah kunci supaya kita tidak kehilangan berkat Tuhan,  supaya hubungan kita dengan Allah itu lancar, supaya kita mengerti apa yang menjadi rencana Allah di dalam hidup kita dan orang-orang di sekeliling kita.

Renungan:
“Sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan  menuliskannya dalam akal budi mereka...” (Ibrani 10:16).     

Tetaplah  hidup di dalam janji-Nya.

No comments:

Post a Comment