Saturday, June 10, 2017

Penantian di Gilgal

Ayat Bacaan : Yosua 5:1-12; Ibrani 8:6
"Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan" 
(Yosua 5:3).

Terjadi keanehan di sini. Kalau Anda menyimak ayat pertama, maka Anda akan membaca bagaimana musuh orang Israel sedang menggigil ketakutan karena perbuatan Allah yang dahsyat yakni mengeringkan sungai Yordan. Semua ahli perang setuju kalau ini adalah saat yang tepat untuk melakukan penyerbuan. Kenyataannya? Allah menahan mereka di Gilgal, bahkan lebih "parah" lagi Allah menyuruh Yosua menyunat orang Israel untuk kedua kalinya, termasuk semua prajurit! Setiap orang pasti berseru: ini perintah paling aneh di dunia. Tetapi tidak bagi Allah!

Allah perlu menahan mereka di Gilgal, sebab harus ada persiapan rohani yang benar-benar matang. Ada beberapa persiapan yang Allah kerjakan bagi umat-Nya:

Pertama, memperbaharui kembali perjanjian dengan Allah (2-7). Sunat melambangkan perjanjian antara umat Israel dan Allah. Penyunatan yang kedua kali ini merupakan perbaharuan dari perjanjian itu. Ada sekerat kulit yang harus dibuang dalam penyunatan itu. Itu berarti juga harus ada kenajisan yang dibuang dalam hidup kita. 

Kedua,  mengajarkan mereka bersandar kepada Allah (8). Pada saat itu orang Israel berkemah di daerah musuh, dan sementara mereka disunat maka para prajurit tidak dapat bertempur. Jelas hal ini membutuhkan iman yang besar untuk mentaati perintah Allah. Di dalam ketidakberdayaan itu mereka akan benar-benar mengandalkan Allah, bukannya kekuatannya sendiri. Apabila Anda juga merasa tidak mampu, andalkanlah Allah, sebab Dia tidak pernah gagal.

Ketiga, menghapuskan semua cela yang pernah mereka lakukan (9). Ada dua  kejadian yang menyebabkan Allah hendak memusnahkan bangsa ini: saat mereka membuat patung anak lembu emas lalu menyembahnya, dan di Kadesh-Barnea saat mereka menolak untuk masuk ke tanah perjanjian. Tetapi melalui pembaharuan itu Allah menghapuskan cela itu. Jadi hati kita juga harus bersih dari segala macam kejijikan tersebut.

Keempat, mengingat janji dan komitmen Allah. Sekali lagi bangsa Israel merayakan Paskah untuk mengingat akan janji Allah mengenai keselamatan. Sekali Allah berjanji, maka Dia pasti akan tepati. Tetapi umat Israel perlu diingatkan lagi tentang janji Allah ini supaya semangat mereka tidak patah.

Renungan:
Waktu Allah itu selalu yang terbaik. Kadang kita merasa seperti bangsa Israel yang harus menunggu di Gilgal, padahal saat itu Anda sedang menggenggam peluang emas. Harus ada persiapan secara rohani yang matang sebelum Anda menikmati janji-janji Allah.

Bergerak di dalam waktu Allah adalah saat yang terbaik.

No comments:

Post a Comment