Ayat Bacaan : Yosua 4:1-24; Roma 8:37
“maka haruslah kamu katakan kepada mereka: Bahwa air sungai Yordan terputus di depan tabut perjanjian TUHAN; ketika tabut itu menyeberangi sungai Yordan, air sungai Yordan itu terputus. Sebab itu batu-batu ini akan menjadi tanda peringatan bagi orang Israel untuk selama-lamanya”
(Yosua 4:7).
Memori tidak semuanya berkonotasi buruk, bahkan ada memori yang wajib diingat supaya dapat memberikan pelajaran rohani dalam hidup kita.
Apakah Anda mempunyai “batu-batu” sebagai peringatan bagi kita, sebagaimana yang Tuhan perintahkan kepada Yosua? Untuk apakah batu-batu peringatan tersebut?
Pertama, apapun tantangan yang dihadapi, Allah selalu memberikan kemenangan. Bangsa Israel harus melewati masa 40 tahun untuk melewati padang gurun, tetapi Allah menyertai bangsa itu.
Kedua, apabila kemenangan telah diberikan, ingatlah bahwa Allah yang memberikan semuanya itu. Kemenangan berasal dari Allah. Janganlah kiranya kita berkata bahwa kekuatan kita yang memberikan kemenangan, melainkan Allah (Zakharia 4:6).
Ketiga, Allah mau kita mengingat kemenangan sebab akan pasti ada tantangan berikutnya. Siapa yang berani berkata bahwa tidak akan ada lagi tantangan? Siapa yang berkata bahwa perang sudah usai dan musuh telah mengibarkan bendera putih? Jangan terlena dan bersiaplah untuk masuk ke dalam tantangan berikutnya.
Keempat, Allah mau kita mengingat kemenangan sebab tantangan berikutnya bisa jadi lebih berat. Mau jadi pemenang di dalam segala medan? Bersiaplah untuk masuk dalam tantangan yang semakin berat. Tetapi Allah kita terbukti bahwa Dia adalah Allah yang menyertai dan memberikan kemenangan. Jadi apa yang perlu ditakutkan?
Kelima, ingatkan generasi kita berikutnya bahwa Allah terbukti menyertai kita di dalam segala tantangan. Ajarkanlah kepada anak cucu kita tentang perkara ajaib yang Allah kerjakan di saat tantangan tiba, dan bagaimana Dia melakukan perkara yang dahsyat. Ketika cerita itu disampaikan kiranya terdengar decak kagum dari orang-orang yang mendengarkannya.
Renungan:
Kemenangan yang Allah berikan dalam hidup kita akan menjadi monumen yang membuat setan menangis. Jadi baiklah kita meraih kemenangan-kemenangan itu dan menikmatinya.
Kemenangan bukanlah karena usaha kita, tetapi karena Allah menyertai kita.
No comments:
Post a Comment