Ayat Bacaan : Yosua 7:1-26; 2 Timotius 3:1-4
“Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian? Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya, dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya”
(Yosua 7:10,11).
Setiap pelanggaran itu ada sangsinya, apalagi pelanggaran terhadap suatu perjanjian, maka hukumnya sangat jelas. Apa yang dialami Akhan adalah suatu pelajaran penting untuk kita renungkan di dalam hidup kita sehari-hari. Di dalam pasal sebelumnya Tuhan sudah memperingatkan: “Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya” (Yosua 6:18).
Tuhan tidak melihat besar kecilnya barang yang diambil, bagi Tuhan itu tidak seberapa sebab Tuhan sanggup mengadakan segala sesuatu. Tetapi hal yang terpenting adalah komitmen untuk tunduk dan taat kepada perintah-Nya. Dan yang menjadikan-Nya murka adalah ketika umat-Nya mengabaikan otoritas-Nya yaitu mengabaikan perintah-Nya. Komitmen untuk taat dan tunduk kepada Allah adalah penting sekali demi berlangsungnya hidup umat selama menumpang di dunia ini. Penundukkan diri dan ketaatan kepada firman-Nya merupakan kunci untuk menjaga hubungan baik antara umat dan Allah, sebab hanya dengan hubungan yang baik ini sajalah berkat-berkat pemeliharaan dan perlindungan Tuhan ada pada kita.
Allah tidak mau kita celaka, tetapi manusia sendiri yang lari dari tangan Allah. Akhan contohnya. Ia tidak mengindahkan perintah Allah. Ia lebih memilih harta benda untuk memuaskan nafsunya dari pada menuruti perintah Allah. Rasul Paulus pernah berkata: “Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain” (Efesus 2:3). Dan kondisi manusia yang bobrok ini digambarkan juga seperti dalam 2 Timotius 3:1-4.
Akankah peristiwa yang menimpa Akhan menimpa hidup kita? Itu tidak akan terjadi jika kita komitmen terhadap perjanjian Allah, firman-Nya dan pribadi-Nya.
Renungan:
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia (1 Yohanes 2:5).
Bangunlah komitmen kepada Allah dan firman-Nya.
No comments:
Post a Comment